Berita

Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti. (Foto: Dokumentasi 98 Resolution Network)

Politik

Haris Rusly Moti:

Mustahil Mendaur Ulang Peristiwa Reformasi 1998

RABU, 10 JUNI 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia sedang menghadapi peperangan (warfare) yang dilancarkan secara senyap dan samar, antara lain dengan gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah.

"Ini sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi," kata Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, dalam keterangannya, Rabu 10 Juni 2026. 

Haris mengatakan, jika diperhatikan tageline “sale Indonesia”, “1998 redux”, “buang rupiah”, dan “Indonesia gelap”, adalah salah satu bentuk serangan destabilisasi terkoordinasi yang bertujuan menggerus kepercayaan publik dan pasar terhadap kebijakan progresif Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Haris, kampanye destabiliasasi terkoordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong depresiasi mata uang, pelemahan IHSG, dan memicu pelarian modal yang diharapkan dapat menyusutkan cadangan devisa. 

"Mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi," kata Haris yang merupakan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran ini.

Haris memperkirakan slogan daur ulang 1998 tidak akan terwujud. Menurutnya, pada tahun 1998 peta geopolitik masih unipolar, ketika itu Amerika Serikat menjadi penguasa atau matahari tunggal.

"Sedangkan saat ini sudah multipolar," kata Haris.

Bukan cuma itu, lanjut Haris, di era 1998 lembaga multilateral IMF, World Bank, WTO, sangat berkuasa mendikte kebijakan setiap negara. 

"Sementara saat ini multilateralisme telah diruntuhkan oleh Presiden Donald Trump seiring ambruknya Washington Consensus," kata Haris.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya