Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Power Jokowi Memudar jadi Tantangan Gibran Melaju di 2029

RABU, 10 JUNI 2026 | 12:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk tampil sebagai kandidat utama pada Pilpres 2029 dinilai menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Pengamat politik Andi Yusran menilai Gibran masih harus berhadapan dengan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi peluang politiknya, termasuk dalam mencari pasangan yang kompetitif untuk bertarung pada kontestasi mendatang.

Menurut Andi, perubahan konstelasi politik pasca berakhirnya masa pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi salah satu tantangan yang harus diperhitungkan.


“Gibran akan sangat sulit mencari pasangan politik untuk 2029,” kata Andi Yusran kepada RMOL, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi adalah berkurangnya daya tawar politik yang selama ini dikaitkan dengan figur Jokowi.

“Pertama, karena tidak lagi memiliki power yang sama setelah ayahandanya pensiun dari kekuasaan,” ujarnya.

Selain itu, Andi menilai tingkat resistensi publik terhadap Gibran juga masih cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pertimbangan bagi partai politik maupun tokoh lain yang ingin membangun poros politik menjelang Pilpres 2029.

“Kedua, kapasitas resistensi publik terhadap Gibran sampai hari ini masih cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut Andi, situasi tersebut membuat Gibran membutuhkan kerja politik yang lebih besar dibanding kandidat lain untuk meningkatkan penerimaan publik sekaligus memperluas basis dukungan politiknya.

Karena itu, ia memprediksi dinamika politik menuju 2029 akan menjadi ujian penting bagi Gibran untuk membuktikan bahwa dirinya mampu membangun kekuatan politik secara mandiri, terlepas dari pengaruh keluarga maupun faktor kekuasaan yang selama ini melekat.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya