Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama elite partai politik. (Foto: Setneg)

Politik

Dukung Prabowo Lebih Menguntungkan daripada Melawan di Pilpres

RABU, 10 JUNI 2026 | 10:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang para ketua umum partai politik untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 dinilai sangat kecil jika harus berhadapan langsung dengan Prabowo Subianto.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai para pimpinan partai koalisi akan bersikap realistis dalam membaca peta politik menjelang kontestasi 2029.

Menurut Adi, elektabilitas dan posisi politik Prabowo sebagai petahana membuat skenario para ketua umum partai koalisi maju sebagai penantang menjadi pilihan yang sulit secara kalkulasi politik.


“Semua ketua umum partai koalisi tentu sangat realistis. Maju Pilpres 2029 melawan Prabowo tidak masuk akal karena peluang kalahnya sangat besar,” kata Adi kepada RMOL, Rabu, 10 Juni 2026.

Karena itu, lanjut Adi, pilihan yang lebih rasional bagi para pimpinan partai koalisi adalah tetap berada dalam barisan pendukung Prabowo dibanding membangun poros tandingan yang berisiko mengalami kekalahan.

“Daripada kalah, tentu lebih baik berkoalisi dan memberikan dukungan kepada Prabowo,” ujarnya.

Adi menilai, dalam konteks tersebut posisi calon wakil presiden justru menjadi peluang politik yang paling realistis bagi para ketua umum partai koalisi. Apalagi jika nama mereka mendapat restu dan dukungan langsung dari Prabowo.

“Atau jika disetujui dan diminta Prabowo menjadi wakilnya, tentu itu yang diinginkan para ketua umum partai koalisi,” jelasnya.

Menurut Adi, dinamika menjelang Pilpres 2029 kemungkinan besar akan lebih banyak diwarnai persaingan untuk memperebutkan posisi calon wakil presiden ketimbang munculnya figur dari partai koalisi yang secara terbuka menantang Prabowo sebagai calon presiden.

Selama tingkat dukungan publik terhadap Prabowo tetap kuat, para elite partai koalisi akan cenderung memilih strategi politik yang lebih aman dengan memperkuat kerja sama dan menjaga soliditas koalisi pemerintahan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya