Berita

Ilustrasi (AI)

Politik

AS Kembali Serang Iran, Komisi I DPR Desak Indonesia Dorong Gencatan Senjata

RABU, 10 JUNI 2026 | 10:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyesalkan kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah militer AS melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Selasa, 9 Juni 2026, waktu setempat.

Serangan tersebut dilaporkan dilakukan sebagai respons atas jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya. Presiden AS Donald Trump menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menyasar Pulau Qeshm di kawasan Selat Hormuz. Sebuah proyektil juga dilaporkan menghantam Kota Sirik yang berada di pesisir selatan Iran.


Menanggapi perkembangan tersebut, Oleh Soleh mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran aktif di forum internasional dengan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas global untuk segera menghentikan eskalasi konflik.

"Kami meminta pemerintah Indonesia untuk terus mendorong PBB dan komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik ini. Semua pihak harus mengupayakan terwujudnya kembali gencatan senjata dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk keadaan," ujar Oleh kepada wartawan, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut legislator PKB itu, konflik yang terus berlanjut berpotensi memperburuk situasi geopolitik dunia dan menimbulkan dampak ekonomi yang luas. Kawasan Timur Tengah, khususnya Selat Hormuz, merupakan jalur vital perdagangan energi global sehingga setiap eskalasi konflik dapat memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia.

"Jika konflik ini terus bereskalasi, suasana geopolitik dunia akan semakin memanas. Dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat, tetapi juga seluruh dunia, termasuk pada sektor ekonomi global dan harga energi," tegasnya.

Oleh menambahkan, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan terus menyuarakan perdamaian serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian dunia internasional terhadap persoalan Palestina yang hingga kini belum menemukan penyelesaian. Menurutnya, penghentian penjajahan Israel terhadap Palestina harus menjadi bagian dari agenda perdamaian global.

"Indonesia harus terus menyuarakan perdamaian, penghentian perang, dan yang tidak kalah penting adalah penghentian penjajahan Israel terhadap Palestina. Kemerdekaan Palestina adalah harga mati dan harus terus diperjuangkan melalui jalur diplomasi internasional," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya