Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

RABU, 10 JUNI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026 waktu setempat, setelah aksi jual saham teknologi global menggerus minat investor terhadap aset berisiko. 

Pelemahan terjadi meski sebagian besar indeks sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi.

Indeks STOXX 600 turun 0,4 persen menjadi 619, sementara STOXX 50 terkoreksi 0,2 persen ke level 6.050. 


Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan perusahaan yang terkait dengan layanan perangkat lunak serta infrastruktur pusat data, di tengah meningkatnya keraguan investor terhadap keberlanjutan reli saham teknologi.

Saham Infineon, SAP, dan Schneider Electric merosot antara 2 persen hingga 5,5 persen. 

Sektor perbankan juga tertekan menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini. Saham Santander, ING, dan Nordea masing-masing turun sekitar 1 persen.

Di Jerman, indeks DAX 40 berbalik arah dan ditutup turun 0,7 persen ke level 24.418, menjadi posisi terendah sejak 19 Mei. Pelemahan dipicu aksi ambil untung pada saham teknologi setelah muncul kembali kekhawatiran mengenai tingginya valuasi perusahaan teknologi global. 

Selain Infineon dan SAP, saham Siemens Energy juga anjlok hampir 6 persen. Namun, saham produsen bahan baku aroma dan perisa Symrise melesat 7,2 persen setelah mendapat rekomendasi beli dari JPMorgan.

Berbeda dengan mayoritas bursa Eropa, di Prancis, indeks CAC 40 masih mampu mencatat kenaikan tipis dan ditutup di level 8.203. Sentimen positif datang dari harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi. 

Saham-saham sektor barang mewah menjadi penopang utama, dengan LVMH naik 2 persen, L'Oréal menguat 1,6 persen, dan Hermès bertambah 1,3 persen. Meski demikian, saham teknologi tetap menjadi sumber tekanan utama di Paris. 

Secara keseluruhan, pergerakan pasar Eropa menunjukkan investor masih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga ECB, sembari mencermati perkembangan sektor teknologi global yang kembali menjadi pemicu utama volatilitas pasar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya