Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Ketahanan Gizi jadi Bagian Integral Sistem Hankam Nasional

RABU, 10 JUNI 2026 | 00:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketahanan gizi kini tidak lagi dipandang semata sebagai isu kesehatan, melainkan telah menjadi bagian penting dari strategi pertahanan nasional Indonesia. 

Paradigma tersebut mengemuka dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bertema “Penguatan Karakter Bangsa dalam Supremasi Hukum dan Strategi Pertahanan serta Penanganan Keadaan Darurat” yang menghadirkan Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, sebagai narasumber, Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam paparannya, Hida menjelaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global telah mengubah cara pandang terhadap keamanan nasional. Jika sebelumnya ancaman lebih banyak dikaitkan dengan konflik bersenjata, kini berbagai ancaman non-tradisional seperti krisis pangan, krisis gizi, pandemi, dan perubahan iklim juga memiliki dampak besar terhadap stabilitas suatu negara.


"Ketahanan nasional pada era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa. Karena itu, ketahanan gizi harus dipandang sebagai bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan nasional," ujar Hida.

Menurut dia, kualitas gizi masyarakat memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan bangsa dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. 

“Pemenuhan gizi yang optimal sejak dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan dinamika global,” jelasnya.

Hida menegaskan bahwa dalam perspektif keamanan manusia (human security), negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan memperkuat daya tahan bangsa.

"Krisis gizi dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas nasional, hingga daya saing bangsa. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi merupakan investasi strategis yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Hida juga menyoroti peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional. Program tersebut dinilai tidak hanya berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penguatan ketahanan gizi memerlukan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, sistem keamanan pangan yang terintegrasi, serta sinergi lintas sektor. Kehadiran BGN menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memastikan agenda pemenuhan gizi nasional berjalan secara berkelanjutan dan terukur.

"Membangun ketahanan nasional tidak hanya dilakukan melalui kekuatan ekonomi dan pertahanan, tetapi juga melalui pemenuhan hak setiap warga negara atas pangan yang aman dan bergizi. Dari gizi yang baik lahir sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing," tutup Hida.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya