Berita

Camera trap yang dipasang BKSDA Kaltim dan Alert merekam Pari Mahulu di alam liar.

Nusantara

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

LAPORAN: AWALUDDIN JALIL*
SELASA, 09 JUNI 2026 | 21:16 WIB

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama lintas sektor resmi menyepakati langkah darurat evakuasi satu-satunya Badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang tersisa di alam liar. 

Kesepakatan tersebut lahir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelamatan Badak Pari Mahulu Tingkat Provinsi yang digelar di Kota Balikpapan.

Langkah taktis ini diambil menyusul kondisi populasi badak di Pulau Kalimantan yang sudah berada di titik paling kritis. 


Saat ini, badak bercula dua tersebut hanya tersisa dua individu dan keduanya berjenis kelamin betina. Satu individu bernama Pahu kini berada di bawah pemantauan penuh di Suaka Badak Kelian (SBK), sedangkan satu individu lagi bernama Pari Mahulu masih terisolasi di alam bebas.

Ditemui usai menghadiri koordinasi di Balikpapan, Selasa 9 Juni 2026, Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik Direktorat KSG Kementerian Kehutanan, Budi Mulyanto menegaskan bahwa evakuasi harus segera dilakukan karena Pari Mahulu merupakan aset negara yang sangat berharga.

"Proses penyelamatan badak pari ini sebagai aset nasional, sebagai aset negara. Itu perlu karena ya terus terang keberadaan dari badak di Kalimantan ini hanya tersisa satu ekor yang berada di alam," ujar Budi.

Menurut Budi, rakor tingkat provinsi ini krusial dilakukan guna memperluas dukungan yang sebelumnya baru berjalan di tingkat daerah. Melalui konsolidasi ini, pemerintah provinsi diharapkan memberikan sokongan yang lebih kuat agar seluruh tahapan penyelamatan berjalan aman dan akuntabel.

Jika dibiarkan tetap terisolasi di alam liar tanpa pasangan, risiko kematian satwa ini sangat tinggi. Apabila badak tersebut mati tanpa terpantau, seluruh material biologis terakhir dari subspesies ini akan hancur dan memicu kepunahan total.

Di lokasi yang sama, Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto menyatakan, seluruh pihak yang hadir telah sepakat bahwa penyelamatan satwa ini tidak bisa ditunda lagi. 

Namun, ia menekankan pentingnya pendetilan teknis di lapangan agar operasi ini memberikan dampak nyata.

"Semua pihak sebetulnya cukup paham bahwa upaya penyelamatan itu harus segera dilakukan. Dan kita harus mendetailkan lagi agar upaya penyelamatan bisa memberikan hasil yang berguna atau bermanfaat bagi badaknya maupun bagi manusianya," kata Ari.

Ari juga menjawab isu miring yang sempat berembus di tengah masyarakat terkait kekhawatiran hilangnya habitat asli badak setelah proses evakuasi dilakukan. Ia menjamin kawasan hutan yang menjadi rumah Pari Mahulu selama ini akan tetap dipertahankan.

Terkait dengan pasca-penyelamatan, diharapkan habitat badak pari yang nanti akan kita lakukan penyelamatan itu tetap dipertahankan jadi semacam areal konservasi atau areal preservasi. 

"Dan kami sepakat hal ini, kita akan usulkan nanti menjadi areal preservasi kepada pemerintah pusat. Jadi tidak hilang," tegasnya.

*Kontributor Kalimantan Timur

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya