Berita

Raffi Ahmad. (Foto: Istimewa)

Hukum

Asisten Pribadi Cabut BAP Titipan Laptop dan iPhone Raffi Ahmad

SELASA, 09 JUNI 2026 | 18:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Salah satu saksi penting kasus suap importasi Yohanes Setiawan mencabut keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut dugaan laptop dan iPhone milik Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad dibawa masuk dari Amerika Serikat dengan tidak dicatat dan diberitahukan dalam dokumen Customs Declaration (Pemberitahuan Pabean).

Laptop dan iPhone itu disebut masuk Indonesia diurus oleh Blueray Cargo.

Pencabutan keterangan disampaikan Yohanes saat bersaksi dalam sidang dugaan suap impor PT Blueray Cargo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Yohanes yang merupakan asisten pribadi John Field, pemilik Blueray Cargo yang berstatus terdakwa, menyatakan tidak pernah terjadi peristiwa pengiriman laptop dan iPhone pesanan Raffi Ahmad.


Padahal dalam BAP, Yohanes membenarkan melakukan komunikasi pada 15 Oktober 2025 dengan pengusaha pengurusan jasa kepabeanan Sri Pangestuti alias Tuti setelah ditunjukkan tangkapan layar pesan elektronik keduanya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Yohanes mengakui kepada penyidik, bahwa dirinya menghubungi Tuti dan menanyakan soal keinginan Raffi Ahmad menitip handphone dan laptop.

"Bahwa saat itu hanya menyampaikan permintaan dari Ko Nelwan (Staf Blueray untuk Amerika Serikat) apakah bisa menitip barang dari Sdr. Raffi Ahmad berupa laptop dan handphone dari Amerika Serikat untuk dibawa masuk ke Indonesia melalui Bandara di Bali. Bahwa saat itu Sdr. Tuti menyampaikan bahwa bisa," kata Yohanes dalam BAP.

Pun begitu, pencabutan BAP oleh Yohanes tidak membuat sorotan terhadap dugaan Raffi menyelundupkan barang dari AS surut. 

Sebab dalam setiap pemeriksaan saksi yang dihadirkan dalam sidang, Jaksa selalu memastikan saksi sudah menjalani pemeriksaan penyidik tidak dalam tekanan dan paksaan, dan hakim menegaskan saksi sudah pernah di BAP.

Terlebih, BAP milik saksi Tuti menguatkan terjadi peristiwa serupa. Kepada penyidik KPK, Tuti mengaku diberitahu Yohanes bahwa Raffi Ahmad sedang berada di AS dan mengunjungi kantor cabang Blueray Cargo di sana untuk meminta bantuan pengiriman laptop dan iPhone.

"Mengirimkan laptop dan iPhone dari Amerika Serikat ke Indonesia," kata Tuti dalam BAP.

Tuti pun mengakui laptop dan iPhone milik Raffi dikirim ke Indonesia melalui jalur udara dengan tujuan Bali. Tuti menjelaskan barang elektronik pesanan Raffi dikemas dalam satu koli bersama barang-barang lainnya.

"Customer yang mengurus IMEI sendiri karena di dalam dokumen tidak disebutkan jenis barang berupa iPhone," ujar Tuti dalam BAP.

KPK sendiri memastikan membuka peluang mendalami Raffi Ahmad dalam perkara suap importasi. Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan nama Raffi Ahmad muncul dalam persidangan dan berasal dari hasil pemeriksaan saksi pada tahap penyidikan.

"Karena sudah ada di persidangan itu menjadi fakta persidangan. Di persidangan terungkap, di pemeriksaan juga, karena itu dari pemeriksaan saksi ada Saudara RA (Raffi Ahmad)," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam, 8 Juni 2026.

Taufik menjelaskan, KPK masih memiliki penyidikan yang berjalan dalam perkara penerimaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Karena itu, fakta-fakta yang muncul dalam persidangan perkara pemberi suap berpotensi diklarifikasi lebih lanjut oleh penyidik.

"Nah itu juga dimungkinkan ketika ada fakta-fakta persidangan yang muncul akan diklarifikasi atau didalami lagi oleh tim penyidik," ujar Taufik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya