Berita

Pengusaha Purnamasari alias Heni Sagara. (Foto: Istimewa)

Hukum

Penyebar Konten Hoaks Bos Skincare Divonis Dua Tahun

SELASA, 09 JUNI 2026 | 18:29 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sidang kasus pencemaran nama baik yang menjerat terdakwa Gusnafily HI. Muhamad Nur akhirnya memasuki babak akhir di Pengadilan Negeri Bandung. Hakim memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan pidana denda sebesar Rp100 juta subsidair 50 hari kurungan pada Senin 8 Juni 2026.

Purnamasari alias Heni Sagara turut hadir di ruang sidang ditemani oleh sang suami, Iwa Wahyudin, serta penasihat hukumnya, Yunus Adhi Prabowo. Heni merupakan korban langsung dari tindakan yang dilakukan oleh terdakwa. 

"Yang bersangkutan harus dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Heni, dikutip Selasa 9 Juni 2026.
 

 
Perkara pidana ini bermula ketika Gusnafily melakukan tindakan ceroboh dengan mengunggah ulang atau me-repost gambar-gambar yang bermuatan informasi bohong atau hoaks di akun media sosial miliknya. 

Gambar yang disebarkan tersebut merupakan hasil rekayasa digital atau editan yang memperlihatkan sosok pengusaha kosmetik Heni Sagara dalam kondisi seolah-olah sedang diborgol oleh aparat penegak hukum. Tindakan manipulatif ini sengaja dilakukan untuk membangun opini negatif di kalangan netizen yang menyaksikan unggahan tersebut secara luas.

Tidak hanya menyebarkan visual yang menyesatkan, terdakwa juga menambahkan narasi provokatif yang menyudutkan reputasi bisnis korban dengan menyebutkan bahwa produk skincare berbahaya yang mengandung merkuri ternyata berasal dari pabrik milik Heni Sagara. 

Sementara kuasa hukum Heni, Yunus Adhi Prabowo menyampaikan apresiasi atas vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap  Gusnafily.

"Itu adalah hak penuh majelis hakim, dan tentunya berdasarkan fakta persidangan, meskipun masih jauh dari rasa keadilan dan tidak sebanding dengan kerugian yang dialami oleh korban," kata Yunus.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya