Berita

Bus Transjakarta.(Foto: PPID DKI Jakarta)

Nusantara

Tarif Transjabodetabek Tak Lagi Rp3.500, Pemprov DKI Terapkan Skema Jarak Tempuh

SELASA, 09 JUNI 2026 | 16:35 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Bagi Anda pengguna setia layanan bus Transjabodetabek, bersiaplah untuk menghadapi penyesuaian tarif dalam waktu dekat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggodok skema tarif baru yang tidak lagi dipatok datar sebesar Rp3.500, melainkan akan disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan.

Langkah ini diambil mengingat makin luasnya jangkauan rute Transjabodetabek, termasuk rute-rute jarak jauh seperti layanan SH2 relasi Blok M?"Bandara Soekarno-Hatta.


Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa mempertahankan tarif Rp3.500 untuk rute yang sangat panjang sudah tidak lagi relevan karena biaya operasionalnya lebih besar.

"Enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," ujar Pramono.

Sebelumnya, sempat muncul wacana bahwa tarif rute Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta akan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.

Namun, Pemprov DKI masih melakukan evaluasi operasional sebelum mengetuk palu angka pasti.

Penyesuaian tarif berbasis jarak ini dinilai lebih realistis untuk mencerminkan biaya operasional layanan dibandingkan tarif flat yang ada saat ini.

Perubahan skema ini juga didorong oleh besarnya beban subsidi yang ditanggung pemerintah, sehingga penyesuaian tarif dapat membuat layanan transportasi publik terus berkembang.

Kendati demikian, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, memastikan bahwa Pemprov DKI akan tetap mengedepankan unsur Public Service Obligation (PSO) dalam setiap keputusannya.

Artinya, kemampuan ekonomi masyarakat akan menjadi pertimbangan utama agar tarif transportasi umum tetap terjangkau.

Hingga saat ini, pembahasan rincian koridor mana saja yang akan terdampak dan besaran pasti penyesuaian tarifnya masih terus dimatangkan di tingkat internal Pemprov DKI Jakarta.

Sembari menunggu pengumuman resmi, pengguna Transjabodetabek diharapkan bersiap menghadapi perubahan skema tarif tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya