Berita

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Penggunaan Mata Uang Lokal Bisa Memperkuat Kedaulatan Ekonomi Negara Berkembang

SELASA, 09 JUNI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertarungan geopolitik global saat ini turut berkaitan dengan sistem keuangan internasional yang selama puluhan tahun didominasi oleh dolar Amerika Serikat.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai terdapat jaringan kekuatan finansial global yang selama ini memperoleh keuntungan dari dominasi mata uang dolar dalam perdagangan internasional. 

Menurutnya, kekuatan tersebut sering dikaitkan dengan institusi keuangan internasional The Feed dan pusat-pusat keuangan global seperti City of London.


Amir mengatakan, langkah negara-negara anggota BRICS untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Apabila suatu saat Brasil membeli barang dari Indonesia menggunakan rupiah dan Indonesia membeli produk dari Brasil menggunakan mata uang Brasil, maka kebutuhan terhadap dolar dalam transaksi tersebut berkurang. 

"Inilah yang sedang dirancang dalam kerja sama BRICS,” kata Amir, dikutip Selasa 9 Juni 2026.

Amir melihat, skema perdagangan menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement dapat memperkuat kedaulatan ekonomi negara-negara berkembang sekaligus mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi dolar AS.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada dalam tekanan. 

Berdasarkan data resmi Bank Indonesia (BI), kurs referensi JISDOR pada 9 Juni 2026 tercatat berada di level Rp18.160 per dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya