Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Tantangan Terbesar Prabowo Bukan Oposisi, tapi Internal Sistem

SELASA, 09 JUNI 2026 | 15:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Beragam dinamika yang terjadi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dibaca secara sederhana sebagai persoalan birokrasi atau kebijakan semata.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah menilai terdapat strategi yang sengaja membiarkan munculnya ketidakteraturan di tahap awal untuk mengidentifikasi aktor-aktor yang selama ini bekerja di balik layar atau yang kerap disebut sebagai deep state. 

“Sun Tzu pernah mengatakan, terkadang ketidakteraturan digunakan untuk menciptakan keteraturan," kata Amir, dikutip Selasa 9 Juni 2026.


Dalam konteks pemerintahan Prabowo, kata Amir, ada kemungkinan ketidakteraturan itu dibiarkan terlebih dahulu untuk melihat siapa saja yang melakukan sabotase dari dalam.

Amir menjelaskan, keberadaan deep state atau jaringan kekuatan yang bekerja di luar struktur formal negara dapat memengaruhi jalannya kebijakan pemerintah. 

Akibatnya, tidak hanya pihak yang terlibat langsung dalam jaringan tersebut yang terdampak, tetapi juga aparatur dan kelompok lain yang tidak memiliki keterkaitan apa pun.

“Ketika ada jaringan yang melakukan perlawanan terhadap agenda pemerintah, efeknya bisa meluas. Orang-orang yang sebenarnya tidak terlibat pun ikut terpengaruh sehingga muncul apa yang disebut sabotase struktural,” kata Amir.

Amir menilai tantangan terbesar pemerintahan Prabowo bukan hanya berasal dari oposisi politik terbuka, melainkan dari kelompok-kelompok yang secara formal berada dalam sistem namun memiliki kepentingan berbeda dengan arah kebijakan pemerintah. 

Pandangan serupa pernah disampaikan Sjafrie Sjamsoeddin terkait adanya ancaman “musuh dalam selimut” yang dinilai dapat menghambat agenda kedaulatan ekonomi nasional.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya