Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Sawit Berjangka Jatuh Akibat Lesunya Ekspor

SELASA, 09 JUNI 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives merosot pada perdagangan Selasa 9 Juni 2026. 

Penurunan ini dipicu oleh lemahnya permintaan ekspor yang membayangi pergerakan pasar.

Pada jeda siang, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus terkoreksi sebesar 77 ringgit atau 1,68 persen, menetap di level 4.498 Ringgit Malaysia atau setara 1.107,34 Dolar AS per metrik ton.


Di sisi lain, mata uang Ringgit menguat 0,27 persen terhadap Dolar AS, bangkit dari posisi terendahnya sejak 13 Januari lalu. Depresiasi ringgit sebelumnya sempat memberi sedikit angin segar, namun hal itu tidak bisa terus-menerus menjadi penahan koreksi harga. Pasar membutuhkan realisasi permintaan yang kuat sebelum memasuki fase puncak produksi pada triwulan ketiga.

Berdasarkan estimasi surveyor kargo, volume ekspor produk sawit Malaysia sepanjang Mei diprediksi anjlok antara 8,8 persen hingga 15,5 persen dibanding bulan lalu. Sementara itu, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) bersiap merilis data suplai dan permintaan bulanan pada hari Rabu esok.

Koreksi harga ini juga sejalan dengan melemahnya pasar minyak nabati global. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai aktif menyusut 0,98 persen dan kontrak sawitnya terpangkas 1,27 persen. Sementara di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai melorot 0,63 persen. 

Fluktuasi CPO kerap mengekor pergerakan komoditas rivalnya tersebut karena ketatnya persaingan di pasar minyak nabati dunia.

Sentimen negatif tambahan datang dari sektor energi. Harga minyak mentah dunia jatuh dan mengikis keuntungan sesi sebelumnya setelah Iran dan Israel meredam ketegangan menyusul imbauan Presiden AS Donald Trump—meski kedua negara tetap membuka peluang eskalasi lanjutan. Turunnya harga minyak mentah ini otomatis mengurangi daya tarik sawit sebagai bahan baku biodiesel.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya