Berita

Ilustrasi Gerhana Matahari/Net

Dunia

Siap-Siap! Gerhana Matahari Total 12 Agustus Menyapu Eropa, Ini Dampaknya

SELASA, 09 JUNI 2026 | 09:29 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Fenomena langit yang spektakuler akan kembali menyapa penduduk Bumi.

Pada tanggal 12 Agustus mendatang, sebuah pertunjukan kosmik berupa Gerhana Matahari Total siap mengubah siang hari yang terang benderang menjadi remang-remang layaknya suasana senja.

Peristiwa astronomi ini memiliki nilai historis yang tinggi karena tercatat sebagai gerhana matahari total pertama yang dapat disaksikan dari daratan utama Eropa sejak 1999 silam.


Menurut data dari European Space Agency dan Time and Date, jalur bayangan inti (umbra) akan melintasi wilayah timur Greenland, barat Islandia, timur laut Portugal, serta utara Spanyol dan Kepulauan Balearic.

Secara global, fase gerhana sebagian akan dimulai pada pukul 15:34 UTC (22:34 WIB). Puncak kegelapan total diproyeksikan terjadi pada pukul 17:46 UTC atau 00:46 WIB, sebelum akhirnya seluruh rangkaian fenomena ini benar-benar berakhir pada 01:34 WIB.

Saat fase totalitas terjadi, lapisan korona matahari yang berwarna putih keperakan akan terlihat sangat menawan di langit.

Perubahan alam pun akan terasa nyata; suhu udara berpotensi turun drastis, bintang-bintang terang akan bermunculan, hingga memicu insting alami hewan yang mengira malam telah tiba.

Sayangnya, masyarakat di Indonesia tidak akan bisa menikmati pemandangan langka ini secara langsung lantaran wilayah Nusantara sudah memasuki waktu malam hari.

Walaupun visualnya sangat memukau, para ahli memperingatkan agar pengamatan?"terutama pada fase gerhana sebagian?"wajib menggunakan pelindung mata khusus untuk menghindari kerusakan penglihatan secara permanen.

Menariknya, fenomena yang menjadi laboratorium alam bagi para ilmuwan ini, juga menjadi jembatan menuju fenomena gerhana terpanjang abad ini yang diperkirakan akan melintasi Afrika Utara dan Timur Tengah pada 2 Agustus 2027 mendatang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya