Berita

Logo MUI. (Foto: istimewa)

Politik

MUI Gandeng Parlemen Bakal Gelar Forum Perdamaian Soroti Konflik Global

SELASA, 09 JUNI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) akan memperingati International Day for Dialogue among Civilizations pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai upaya memperkuat dialog, toleransi, dan kerja sama antarperadaban di tengah meningkatnya berbagai tantangan global.

Berkolaborasi dengan DPD RI dan DPR RI, agenda strategis ini akan diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Langkah ini diambil sebagai respons konkret atas eskalasi konflik global dan kebuntuan komunikasi antarnegara yang belakangan kian memprihatinkan dengan berbagai akibat yang ditimbulkan.


Ketua MUI Bidang hubungan luar negeri dan kerjasama internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan MUI menyoroti realitas pahit antara lain dari agresi militer yang tak terhentikan  yang justru melibatkan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. 

“Hal ini dipicu oleh peperangan dan agresi yang dilakukan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran,” katanya, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, apa yang terjadi di Gaza dan Palestina juga merupakan tragedi besar yang menghancurkan kemanusiaan, kedaulatan wilayah dan juga peradaban dunia. Hal tersebut merupakan potret nyata dari runtuhnya nilai kemanusiaan akibat buntunya komunikasi antar-negara, melemahnya badan dunia seperti PBB, dan supremasi hukum internasional.

Merespons keprihatinan global tersebut, forum ini bertujuan untuk menggaungkan kembali esensi resolusi Majelis Umum PBB Juni 2024 (A/Res/78/286) yang menetapkan 10 Juni sebagai hari internasional untuk mempromosikan perdamaian melalui inklusivitas. 

Melalui tema "Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia", forum internasional ini mengusung lima misi utama. 
Pertama, memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional sebagai komitmen terhadap perdamaian global.

Kedua, memperkuat kontribusi Indonesia bagi Terwujudnya Perdamaian Dunia sesuai dengan amanat UUD 1945. Ketiga, mempererat tali silaturahmi dan pemahaman antara tokoh lintas agama dan kelompk di Indonesia dengan perwakilan diplomatik negara sahabat.

Keempat, merumuskan pesan perdamaian bersama dalam menghadapi tantangan konflik dan kekacauan global. Kelima, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mempromosikan moderasi beragama  (wasathiyyah Islam) di kancah internasional.

"Indonesia mendapatkan momentum yang tepat untuk meningkatkan peran memperkokoh engagement pemerintah-masyarakat sipil untuk memperjuangkan cita-cita perdamaian dunia, dan membebaskan dunia dari kezaliman kekuatan hegemonik dan imperialistik," kata dia.  

Acara ini dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, cendekiawan Muslim Prof M Din Syamsuddin, dan Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI Ahmad Doli Kurniawan.

Dijadwalkan hadir pula, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, dan HM Hidayat Nurwahid. Di samping itu, sekitar 35 Duta Besar negara sahabat juga direncanakan hadir dalam acara ini. 


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya