Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Teknologi dan Barang Mewah Topang Sentimen Pasar Eropa

SELASA, 09 JUNI 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin 9 Juni 2026 waktu setempat, dengan sentimen investor dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan sektor teknologi. 

Indeks pan-Eropa STOXX 600 berakhir nyaris tidak berubah di level 622, sementara Euro STOXX 50 naik 0,3 persen ke 6.080. Sektor siklikal dan industri mencatat penguatan seiring meredanya imbal hasil obligasi Eropa dan berkurangnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi.

Saham-saham sektor teknologi menjadi salah satu penopang utama pasar dengan STMicroelectronics naik sekitar 4 persen setelah optimisme dari CEO Nvidia, Jensen Huang, memicu reli lanjutan pada sektor semikonduktor global. 


Saham sektor barang mewah juga menguat, dengan Hermès, Ferrari, LVMH, Moncler, dan L'Oréal mencatat kenaikan di tengah membaiknya selera risiko investor.

Meski demikian, sejumlah indeks utama masih berada di zona negatif. 

Di Jerman, indeks DAX turun 0,6 persen ke 24.642, terbebani pelemahan saham kimia setelah Goldman Sachs memangkas rekomendasi beberapa emiten sektor tersebut. 

Di Prancis, CAC 40 terkoreksi 0,2 persen ke level 8.199. Pelemahan dipimpin sektor keuangan dan industri, dengan BNP Paribas, Société Générale, Airbus, dan Safran berada di wilayah negatif. 

Sebaliknya, FTSE MIB Italia menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik, naik 0,6 persen ke 50.208. Penguatan didorong lonjakan saham perbankan di tengah meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi. Banca Monte dei Paschi di Siena (MPS) yang melesat 13 persen. 

Di Inggris, FTSE 100 berhasil ditutup sedikit menguat dan mencatat kenaikan harian ketiga berturut-turut. \

Secara keseluruhan, pasar Eropa menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian geopolitik. Dukungan dari sektor teknologi dan barang mewah berhasil mengimbangi tekanan pada saham kimia, keuangan, dan industri, sehingga mayoritas indeks mampu memangkas kerugian yang sempat terjadi pada awal perdagangan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya