Berita

Direktur Operasional Maktour Travel, Ismail Adham keluar dari Gedung KPK Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Bos Operasional Maktour Hampir Nangis Digiring ke Rutan KPK

SENIN, 08 JUNI 2026 | 21:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua tersangka baru kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 memilih bungkam usai resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin malam, 8 Juni 2026.

Pantauan RMOL di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Direktur Operasional Maktour Travel, Ismail Adham (ISM) dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba (ASR) keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.41 WIB mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Saat berjalan menuju mobil tahanan, keduanya memilih diam dan tidak menjawab satu pun pertanyaan wartawan terkait kasus yang menjerat mereka.


Ismail tampak menunjukkan raut wajah sedih. Bahkan matanya terlihat berkaca-kaca ketika disapa sejumlah kerabat yang hadir di lokasi. Ia hanya menoleh singkat sebelum melanjutkan langkah menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan KPK.

Sementara Asrul juga tidak memberikan komentar apapun. Ia langsung berjalan menuju kendaraan tahanan dengan pengawalan petugas KPK.

Sementara itu, Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengumumkan Ismail dan Asrul ditahan selama 20 hari pertama mulai 8-27 Juni 2026.

"Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK," kata Taufik.

Dalam perkara ini, Ismail dan Asrul menyandang status tersangka dari pengembangan kasus yang telah menjerat Menteri Agama periode 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, serta mantan staf khusus menteri agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.

KPK menduga Ismail dan Asrul bersama Fuad Hasan Masyhur selaku Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) serta pihak lainnya melakukan pertemuan dengan Gus Yaqut dan Gus Alex meminta penambahan kuota haji khusus melebihi batas 8 persen yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

KPK juga menduga Ismail dan Asrul bersama pihak Kemenag mengatur pengisian kuota haji khusus tambahan bagi perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Maktour Travel dan NRA Grup atau Asosiasi Kesthuri.

Dari hasil penyidikan, Ismail diduga memberikan uang kepada Gus Alex sebesar 30 ribu Dolar AS, kepada Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief sebesar 5 ribu Dolar AS dan 16 ribu Riyal Saudi, serta kepada Kasubdit Perizinan, Akreditasi dan Bina Haji Khusus Rizky Fisa Abadi sebesar 10 ribu Dolar AS.

"Atas perbuatannya tersebut, PT Maktour memperoleh keuntungan tidak sah pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp27,8 miliar," ungkap Taufik.

Sedangkan Asrul diduga memberikan uang kepada Gus Alex sebesar 406 ribu Dolar AS.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya