Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Indonesia Berada di Tengah Turbulensi Global

SENIN, 08 JUNI 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pelemahan rupiah yang telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, perlambatan ekonomi dunia, hingga kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal Indonesia.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Senin 8 Juni 2026, 

Menurut Amir, menyalahkan spekulan semata tidak akan menyelesaikan persoalan. Dalam teori intelijen ekonomi, spekulan hanya bertindak sebagai akselerator yang mempercepat tren yang sudah terbentuk.


“Spekulan tidak menciptakan badai. Mereka hanya memperbesar gelombang yang sudah ada. Jika fundamental kuat dan kepercayaan tinggi, serangan spekulatif biasanya gagal. Tetapi jika terdapat keraguan di pasar, maka spekulan akan menemukan momentum,” kata Amir. 

Ia mencontohkan berbagai krisis keuangan di Asia yang menunjukkan bahwa serangan spekulatif selalu muncul ketika terdapat ketidakseimbangan ekonomi atau krisis kepercayaan terhadap pengambil kebijakan.

Amir melihat tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan semata pelemahan rupiah, melainkan risiko menurunnya kepercayaan investor.

Dalam perspektif intelijen geopolitik, kepercayaan merupakan aset strategis negara yang nilainya sering kali lebih penting daripada cadangan devisa.

“Investor asing dan domestik ingin melihat kepastian. Mereka ingin mengetahui arah kebijakan pemerintah, strategi menghadapi tekanan global, dan konsistensi pelaksanaannya. Ketika komunikasi dianggap tidak cukup jelas, ruang spekulasi akan semakin besar,” pungkas Amir. 

Ia menambahkan bahwa arus keluar modal asing dari pasar obligasi dan saham sering kali menjadi indikator awal adanya kehati-hatian investor terhadap risiko jangka menengah.

Amir menilai Indonesia saat ini juga sedang menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan.

Persaingan antara Amerika Serikat dan China, ketidakpastian perdagangan internasional, perlambatan ekonomi beberapa negara besar, serta perubahan arah investasi global menjadi faktor yang ikut menekan mata uang negara berkembang.

“Dalam konteks geopolitik, Indonesia sedang berada di tengah turbulensi global. Negara-negara berkembang mengalami tekanan yang hampir sama. Namun yang membedakan adalah kemampuan masing-masing negara menjaga kepercayaan pasar,” pungkas Amir.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya