Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Merah, Kospi Anjlok 8,4 Persen

SENIN, 08 JUNI 2026 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (8/6/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sentimen pasar memburuk setelah Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal ke Israel. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan potensi dampaknya terhadap perekonomian global.

Aksi jual terjadi di hampir seluruh pasar saham Asia karena investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman. Pelaku pasar khawatir konflik dapat meluas sehingga mengganggu aktivitas perdagangan internasional serta pasokan energi global.


Korea Selatan menjadi pasar yang mengalami tekanan paling besar. Indeks Kospi anjlok 8,4 persen pada awal perdagangan, menjadikannya salah satu penurunan terdalam di kawasan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turut tertekan dan melemah sekitar 3,4 persen di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik.

Tekanan di pasar Asia juga diperparah oleh sentimen negatif dari Amerika Serikat. Kontrak berjangka saham AS bergerak turun menjelang pembukaan perdagangan, menandakan kekhawatiran investor global masih berlanjut setelah gejolak yang terjadi sepanjang akhir pekan.

Selain perkembangan geopolitik, perhatian pasar pekan ini juga akan tertuju pada sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI). Kedua indikator tersebut akan menjadi petunjuk utama bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS ke depan.

Selama ketidakpastian geopolitik masih berlangsung, volatilitas di pasar keuangan global, termasuk bursa saham Asia, diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya