Berita

Duta Besar RI di Beijing Djauhari Oratmangun (Foto: KBRI Beijing)

Dunia

Dubes Djauhari Sebut China Mitra Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

SENIN, 08 JUNI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duta Besar RI di Beijing, Djauhari Oratmangun, menegaskan pentingnya peran China sebagai mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. 

Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum bertajuk "A New Stage and New Vision in China-Indonesia Relations” dalam forum Ambassadorial Forum yang digelar oleh Renmin University of China di Beijing, dikutip Senin, 8 Juni 2026.

Di hadapan lebih dari 200 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, perwakilan lembaga, dan media, Dubes menekankan bahwa Indonesia dan China merupakan dua negara besar yang memiliki posisi penting dalam perekonomian global. 


Menurutnya, kedua negara tidak hanya saling membutuhkan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan kawasan dan dunia.

“China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia, dan Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN dan kekuatan regional yang penting,” ujar Djauhari seraya menambahkan bahwa modernisasi China dan visi Indonesia Emas 2045 memiliki banyak kesamaan dalam tujuan pembangunan, proses modernisasi, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dubes menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati momentum bonus demografi dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, didukung pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat serta ekonomi digital yang berkembang pesat. 

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menjanjikan sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan China di berbagai sektor strategis.

Dia juga menyoroti eratnya hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. China disebut tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, sementara investasi dari China dan Hong Kong terus mengalir ke berbagai proyek pembangunan. 

Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan kerja sama bilateral, selain kolaborasi di sektor hilirisasi nikel, energi, serta industri kendaraan listrik yang melibatkan sejumlah perusahaan otomotif China.

Dalam kesempatan itu, Dubes menegaskan bahwa tantangan global ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, transisi energi, perubahan demografi, ketidakpastian geopolitik hingga perkembangan kecerdasan buatan. 

“Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikan masalah-masalah ini sendirian,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai kemitraan Indonesia-China harus dibangun di atas semangat ketahanan bersama dan kemampuan saling melengkapi.

Ke depan, Djauhari mendorong kedua negara memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan buatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, sinergi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat hubungan strategis Indonesia dan China di tengah dinamika global yang terus berubah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya