Berita

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pimpin Rakor Komite Tata Kelola, Komut Pertamina Tekankan Mitigasi Risiko

SABTU, 06 JUNI 2026 | 21:19 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memimpin rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT), untuk memantau dampak geopolitik global terhadap bisnis Pertamina Group, serta melakukan penilaian ulang terhadap peringkat risiko anak perusahaan atau pemeringkatan risiko anak perusahaan. 

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis perusahaan, berlangsung di Ballroom Pertamina Club, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 4 Juni 2026.

Dalam arahannya, di hadapan para komisaris dan manajemen anak perusahaan, Mochamad Iriawan mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik global saat ini berada pada tingkat pemanasan yang semakin tinggi.


Konflik kawasan, volatilitas harga minyak dunia, tekanan rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar, hingga fragmentasi ekonomi global yang dinilai telah menciptakan tekanan besar yang menguji daya tahan industri energi domestik.

Menurut Iriawan, dalam situasi krusial ini, Pertamina tidak hanya dituntut untuk menghadapi tantangan bisnis komersial saja. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina harus mampu memikul mandat strategis dari pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional serta stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi Pertamina Group saat ini telah bergeser dari sekedar risiko operasional, melainkan sudah menyentuh risiko finansial strategis dan risiko kebijakan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh lini bisnis mengelola risiko-risiko tersebut secara hati-hati, cermat, dan terintegrasi.

Iriawan juga menegaskan agar dokumen penilaian risiko tidak sekadar menjadi formalitas administratif. 

"Sistem tersebut harus bertransformasi menjadi sistem peringatan dini yang mampu memberikan visibilitas risiko terintegrasi bagi arah perusahaan, direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategi demi menjaga keberlangsungan perusahaan serta ketahanan energi nasional," kata Iriawan dalam keterangan tertulis, Jumat 6 Juni 2026.

Kecermatan dalam penilaian risiko, mitigasi serta pengambilan langkah-langkah yang tepat akan menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan.

Lebih lanjut, Iriawan menegaskan agar manajemen menghapus ego sektoral atau pola kerja silo yang terjadi antar unit bisnis maupun antar subholding. 

Ia menyebut bahwa kekuatan terbesar Pertamina ke depan tidak lagi diukur dari seberapa besar skala bisnis atau asetnya, melainkan pada kemampuan seluruh ekosistem perusahaan untuk bergerak sebagai satu entitas yang bersatu.

“Setiap unit bisnis dan anak perusahaan wajib mengutamakan penggunaan produk, jasa, dan kapabilitas internal Pertamina Group sepanjang tersedia dan memenuhi aspek keekonomian serta kualitas. Seluruh ekosistem Pertamina harus saling memperkuat,” tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya