Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Dicecar Anggaran Dinas Prabowo, Purbaya: Anda Mau Lihat Rahasia Presiden?

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 21:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memilih main aman dan menolak blak-blakan mengungkap besaran anggaran perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto yang dialokasikan dalam APBN.

Purbaya mengaku enggan masuk ke dalam pusaran polemik tersebut. Ia meminta awak media memegang penjelasan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta menyarankan media bertanya langsung ke Mensesneg Prasetyo Hadi.

"Saya enggak bisa menjawab pertanyaan itu. Kita pegang pernyataan Pak Teddy, enggak ada aturannya (yang dilanggar). Kalau saya punya duit saya pergi nombok enggak boleh? Secara logika boleh saja kalau mau nombok," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.


Polemik mengenai anggaran perjalanan dinas Kepala Negara ini sebelumnya sempat viral di jagat media sosial. Seskab Teddy Indra Wijaya sempat meluruskan bahwa sebagian biaya lawatan luar negeri Presiden Prabowo justru ditanggung menggunakan kantong pribadi sang Presiden.

Isu pelesiran dinas ini mencuat ke publik setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal melontarkan kritik pedas. Dino menilai frekuensi lawatan luar negeri Prabowo sudah berada di luar batas kewajaran.

Kendati memicu perdebatan, Purbaya meluruskan bahwa negara sebetulnya tetap mengalokasikan anggaran resmi setiap tahunnya untuk mendukung seluruh kegiatan dinas Presiden.

"Ada, pasti anggaran yang dianggarkan," tegas Purbaya.

Namun, ketika terus dicecar mengenai rincian nominal dan besaran persis anggaran perjalanan dinas Presiden dalam APBN 2026, bos Kemenkeu itu tetap mengunci rapat mulutnya.

"Anda mau lihat rahasia presiden? Ya enggak bolehlah. Kita tahu angkanya, cuma Anda tanya ke Mensesneg (Prasetyo Hadi) saja kalau mau jawaban yang pasti," pungkas Purbaya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya