Berita

Turnamen Indonesia Open 2026. (Foto: Istimewa)

Olahraga

BNI-PBSI Manfaatkan Indonesia Open untuk Matangkan Talenta Muda

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:19 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Turnamen Indonesia Open 2026 dimanfaatkan sebagai panggung strategis untuk mempercepat regenerasi atlet bulu tangkis nasional. Ajang berlevel dunia tersebut dinilai menjadi kesempatan berharga bagi pemain muda untuk mengasah mental dan kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik.

Turnamen level Badminton World Federation (BWF) Super 1000 tersebut memberikan kesempatan berharga bagi para atlet muda Indonesia untuk mengasah kemampuan, memperkaya pengalaman bertanding, serta membangun mental juara saat berhadapan dengan pemain-pemain terbaik dunia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam mendukung pembinaan dan pengembangan talenta muda bulu tangkis Indonesia. 


Dukungan tersebut membuka ruang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang dan mempersiapkan diri menjadi penerus tradisi prestasi bulu tangkis nasional di tingkat global.

Salah satu talenta yang mendapat kesempatan berharga tersebut adalah pasangan ganda putra Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Kehadiran mereka di Indonesia Open 2026 menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk memperkuat daya saing atlet muda Indonesia di level internasional.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa kesempatan tampil di turnamen sekelas Indonesia Open merupakan bagian penting dalam perjalanan atlet menuju level tertinggi. Menurutnya, pengalaman menghadapi pemain-pemain elite dunia akan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter, mental bertanding, serta kualitas permainan atlet muda Indonesia.

“Sebagai bank nasional yang konsisten mendukung kemajuan olahraga Indonesia, BNI meyakini bahwa pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan investasi penting dalam proses pembentukan atlet berkelas dunia. Kesempatan tersebut akan membantu atlet muda meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya jam terbang internasional, serta memperkuat daya saing mereka di kancah global,” ujar Okki, Kamis, 4 Juni 2026.

Sejak dipasangkan di Pelatnas, Devin/Faathir menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Keduanya berhasil meraih gelar juara Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India. 

Selain itu, mereka juga menembus babak semifinal pada wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi indikator positif bahwa proses pembinaan atlet muda Indonesia berjalan di jalur yang tepat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, para atlet muda memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kekuatan baru bulu tangkis Indonesia di masa depan.

“Prestasi yang diraih Devin dan Faathir menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk berkembang, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan yang konsisten dari seluruh ekosistem olahraga. Kami optimistis semakin banyak atlet muda Indonesia yang mampu mengikuti jejak para pendahulunya dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” tambah Okki.

Sebagai mitra strategis PBSI, BNI terus berkomitmen mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan talenta usia muda hingga penguatan ekosistem kompetisi nasional dan internasional. Dukungan tersebut merupakan bagian dari kontribusi BNI dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menjaga tradisi prestasi olahraga Indonesia.

BNI meyakini bahwa investasi pada pembinaan atlet muda adalah investasi bagi masa depan bangsa. Melalui dukungan yang konsisten dan kolaborasi yang kuat dengan PBSI, BNI berharap dapat turut melahirkan generasi penerus juara dunia yang akan membawa Indonesia terus berjaya di pentas bulu tangkis internasional.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya