Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Berakhir di Level 5.800

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 12:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi jual massal kembali menghantam pasar modal domestik. Melanjutkan kejatuhan telak 4,11 persen pada hari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka merosot sejak awal perdagangan dan terlempar dari level psikologisnya. 

Pada penutupan Sesi I, indeks parkir di zona merah dengan koreksi tajam 206,81 poin (-3,48 persen) ke level 5.734,26.

Kepanikan pasar tercermin dari sepinya emiten yang selamat, di mana 716 saham tumbang, 175 saham jalan di tempat, dan hanya 68 saham yang mampu bertahan di zona hijau. 


Aktivitas perdagangan terhitung sangat masif dengan nilai transaksi menembus Rp12,72 triliun (volume 20,87 miliar lembar saham, frekuensi 1,36 juta kali), yang sekaligus menguras kapitalisasi pasar (market cap) hingga Rp364 triliun hanya dalam setengah hari.

Hampir seluruh sektor ambruk dihantam tekanan jual. Sektor properti dan bahan baku menjadi korban koreksi terdalam, sementara sektor teknologi mencatatkan penurunan paling minim.

Kejatuhan IHSG siang ini utamanya terseret oleh rontoknya saham-saham perbankan raksasa (Big Banks) serta sejumlah emiten berkapitalisasi besar lainnya.

Duo raksasa perbankan, Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), langsung menduduki peringkat teratas penyeret indeks dengan kontribusi negatif masing-masing sebesar -18,74 poin dan -17,25 poin.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan jual pada emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, Barito Pacific (BRPT), yang menyumbang pelemahan sebesar -10,13 poin. 

Selain itu, Astra International (ASII) turut membebani indeks sebesar -7,98 poin, tepat di atas Bank Mandiri (BMRI) yang bertengger di urutan kelima top laggards dengan bobot -7,82 poin.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya