Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekanroputri bergandengan tangan. /repro YouTube Setrpres

Politik

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

SELASA, 02 JUNI 2026 | 08:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Momen kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6), menarik perhatian publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketika kedua tokoh nasional tersebut tampak bergandengan tangan usai mengikuti rangkaian acara.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, Wildan Hakim, menilai momen tersebut merupakan peristiwa yang wajar dalam sebuah acara kenegaraan yang mengedepankan nilai persatuan dan kebersamaan.

"Tidak ada yang istimewa dari aksi gandeng tangan Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri. Itu sebatas gandeng tangan simbolik," kata Wildan kepada RMOL, Selasa 2 Juni 2026. 


Menurutnya, suasana akrab yang ditunjukkan kedua tokoh tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam momentum kebangsaan yang mempertemukan para pemimpin dan tokoh nasional.

"Itu gandeng tangan biasa. Sebatas aksi spontan untuk mencairkan suasana yang memang seharusnya cair," lanjutnya.

Wildan menjelaskan, dalam acara kenegaraan seperti peringatan Hari Lahir Pancasila, seluruh tokoh yang hadir diharapkan menampilkan sikap kompak, ramah, dan mengedepankan semangat persatuan. Karena itu, ia memandang kebersamaan Prabowo dan Megawati sebagai cerminan hubungan yang saat ini berjalan baik dan kondusif.

"Untuk saat ini, Prabowo dan Megawati bisa dibilang sama-sama asyik. Jabatan Ibu Mega sebagai Ketua Dewan Pembina BPIP juga masih dipertahankan hingga sekarang. Jadi, gandengan tangan keduanya merupakan peristiwa yang natural," ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang harmonis antartokoh bangsa penting untuk menjaga suasana politik tetap sejuk di tengah berbagai tantangan nasional yang dihadapi Indonesia.

Meski demikian, Wildan mengingatkan bahwa setiap pemimpin tetap memiliki pandangan dan pendekatan yang berbeda dalam mengelola pemerintahan.

"Menyatukan tangan dua tokoh politik bisa dengan mudah dilakukan. Yang sulit adalah menyatukan pandangan dan cara pandang dalam mengelola negara Indonesia yang memiliki persoalan begitu kompleks," jelasnya.

Menurut Wildan, keharmonisan hubungan antarelite politik tidak serta-merta menghilangkan dinamika kompetisi yang menjadi bagian dari sistem demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tetap dapat dikelola dalam bingkai persatuan dan kepentingan bangsa.

"Sebagai presiden, Prabowo tentu ingin menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan saat PDIP memimpin pemerintahan selama sepuluh tahun," pungkas Wildan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya