Berita

Parji menerima bantuan usai kebakaran di rumah tinggalnya. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Di Balik Kebakaran Ngampon, Ada Kisah Lansia Blora yang Kehilangan Tabungan Umrah

LAPORAN: ADIRIN*
SENIN, 01 JUNI 2026 | 21:33 WIB

Parji (62) hanya bisa memandangi puing-puing rumahnya yang menghitam di Desa Ngampon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Rumah kayu yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggalnya bersama sang istri, Jasmani (61), kini tinggal kenangan setelah dilalap si jago merah pada Minggu dini hari, 31 Mei 2026.

Namun bagi Parji, yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan rumah. Api juga menghanguskan uang tunai Rp65 juta yang selama ini ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil penjualan sapi. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk mewujudkan impian berangkat ibadah umrah.


Di tengah sisa-sisa bangunan yang hangus terbakar, Parji menceritakan kisah pilunya kepada Camat Jepon, Andi Nurrohman, saat menerima bantuan sosial dari pemerintah kecamatan dan unsur Forkopimcam Jepon.

"Uang itu saya simpan dari hasil jual sapi. Rencananya untuk berangkat umrah. Tapi sekarang semuanya ikut terbakar," ujar Parji dengan suara pelan.

Meski kehilangan puluhan juta Rupiah yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun, Parji berusaha menerima cobaan tersebut dengan lapang dada.

"Kalau memang sudah takdir, saya ikhlas. Yang penting saya dan keluarga masih diberi keselamatan," katanya.

Parji mengaku saat kejadian dirinya tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Api yang muncul sekitar pukul 04.05 WIB dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan rumah.

"Tahu-tahu api sudah besar. Kami hanya sempat keluar menyelamatkan diri. Tidak ada barang yang bisa dibawa keluar," tuturnya.

Berdasarkan laporan Pemerintah Desa Ngampon, rumah kayu milik Parji di RT 03 RW 01 ludes terbakar. 

Selain uang tunai Rp65 juta, sejumlah barang berharga lainnya juga ikut hangus, mulai dari satu unit sepeda motor Honda Revo, satu unit sepeda ontel, 13 sak gabah, dua sak pupuk urea, hingga dokumen penting berupa KTP dan Kartu Keluarga.

Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta

Mendengar langsung cerita korban, Camat Jepon Andi Nurrohman mengaku turut prihatin. Menurutnya, kehilangan uang puluhan juta rupiah yang dipersiapkan untuk beribadah umrah tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban.

"Pak Parji memiliki keinginan untuk berangkat ibadah umrah. Beliau baru berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp65 juta dari hasil penjualan sapi. Uang itu disimpan di rumah dan ikut terbakar saat musibah terjadi," kata Andi Nurrohman.

Andi menilai uang yang hangus tersebut bukan sekadar tabungan biasa, melainkan simbol harapan dan cita-cita yang selama ini diperjuangkan oleh korban.

"Tentu ini menjadi kehilangan yang sangat besar. Karena uang itu bukan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi untuk mewujudkan impian beliau berangkat ke Tanah Suci," ujarnya.

Meski demikian, Andi mengaku kagum dengan ketegaran yang ditunjukkan korban. Di tengah musibah yang menghanguskan hampir seluruh harta bendanya, Parji tetap memilih berserah diri dan menerima keadaan.

"Yang membuat kami terharu, beliau tetap tegar. Pak Raji menyampaikan bahwa semua ini sudah menjadi takdir Allah SWT. Sikap seperti ini menunjukkan ketabahan yang luar biasa," kata Andi.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kecamatan Jepon bersama Koramil Jepon, Polsek Jepon, Pemerintah Desa Ngampon, PMI Kecamatan Jepon, dan sejumlah pihak terkait menyerahkan bantuan sosial berupa sembako dan uang santunan kepada keluarga korban.

"Hari ini kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan sosial. Memang bantuan ini tidak bisa mengganti seluruh kerugian yang dialami keluarga, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Andi.

Pihaknya juga memastikan akan membantu proses pengurusan kembali dokumen kependudukan yang ikut terbakar agar korban dapat segera memperoleh dokumen baru.

"Dokumen penting seperti KTP dan KK akan kami bantu koordinasikan dengan instansi terkait agar bisa segera diterbitkan kembali," katanya.

Saat ini Parji dan Jasmani sementara tinggal di rumah anaknya, Parsini, yang masih berada di lingkungan RT yang sama.

Di tengah musibah yang merenggut rumah, harta benda, dan tabungan umrah yang telah dikumpulkan bertahun-tahun, pasangan lansia tersebut memilih bertahan dengan keyakinan dan harapan.

"Rezeki bisa dicari lagi. Kalau Allah menghendaki, mudah-mudahan suatu saat saya masih diberi kesempatan berangkat umrah," ucap Parji sembari menatap puing-puing rumahnya yang kini tinggal kenangan.
*Kontributor Blora

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya