Berita

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Sindiran PDIP soal Jokowi Kembali Blusukan Tanda Rivalitas Semakin Memanas

MINGGU, 31 MEI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk kembali berkeliling Indonesia menuai respons dari kader senior PDIP, Djarot Saiful Hidayat. 

Djarot bahkan menyarankan agar Jokowi sekalian menunjukkan ijazah aslinya kepada publik saat melakukan safari ke berbagai daerah.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Djarot menunjukkan adanya intensi politik dari PDIP terhadap Jokowi. Menurutnya, setiap isu yang berkaitan dengan Jokowi hampir selalu dikaitkan dengan PDIP mengingat panjangnya sejarah kebersamaan kedua pihak.


"Ketika bicara tentang Jokowi pasti turut dikaitkan dengan PDIP karena kebersamaan mereka cukup panjang, mulai dari saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden dua periode," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 31 Mei 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai pecah kongsi antara Jokowi dan PDIP membuat dinamika politik di antara keduanya sulit dilepaskan dari saling sindir dan saling merespons di ruang publik.

Adi mengatakan publik akan melihat respons Djarot sebagai bagian dari perkembangan sikap politik PDIP terhadap Jokowi. Karena itu, setiap langkah politik Jokowi saat ini hampir selalu mendapat tanggapan dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

"Ini salah satu realitas politik hari ini. Ketika bicara Jokowi, ada PDIP yang merespons, dan pasti juga ada PSI yang kemudian selalu memberikan pembelaan atau pasang badan kepada Jokowi," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya