Berita

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

SABTU, 30 MEI 2026 | 18:52 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Usulan agar bahasa Prancis diajarkan di seluruh tingkatan sekolah dinilai perlu dikaji lebih mendalam dan tidak serta-merta dijadikan mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai bahasa Prancis memang merupakan salah satu bahasa internasional yang penting untuk dipelajari. 

Namun, katanya, prioritas pendidikan bahasa di Indonesia tetap harus difokuskan pada penguatan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


“Bahasa Prancis itu penting. Tetapi kalau menjadi kurikulum wajib, saya kira kita perlu bahasa Inggris, kita perlu memperkuat bahasa Indonesia,” kata Andreas kepada wartawan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, pengajaran bahasa asing sebaiknya didasarkan pada kajian kebutuhan pendidikan nasional, bukan semata-mata mengikuti dinamika hubungan diplomatik dengan negara tertentu.

“Jangan nanti kalau kita bertemu dengan seorang pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib,” ujarnya.

Andreas mengatakan bahasa Prancis dapat ditempatkan sebagai mata pelajaran pilihan, sebagaimana bahasa asing lain seperti Mandarin, Jepang, Spanyol, Belanda, maupun Portugis.

Ia menilai sekolah dan pemerintah perlu terlebih dahulu menentukan bahasa asing mana yang wajib dikuasai siswa dan mana yang cukup menjadi pilihan sesuai kebutuhan.

“Silakan bahasa Prancis sebagai bahasa pilihan. Bisa bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa-bahasa lain sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, Andreas mengingatkan agar kebijakan pendidikan tidak selalu ditetapkan secara top-down tanpa melalui kajian yang matang.

Menurutnya, keputusan mengenai kurikulum seharusnya mempertimbangkan kebutuhan riil dunia pendidikan serta masukan dari berbagai pihak terkait.

Pernyataan itu merespons ucapan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan ke Prancis yang menyebut telah menginstruksikan agar seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mempelajari bahasa Prancis.

“Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo di hadapan Presiden Emmanuel Macron, Kamis, 28 Mei 2026.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya