Berita

Menteri Perdagangan, Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Pemerintah Andalkan Skema Tiga Kategori Impor

JUMAT, 29 MEI 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha, pemerintah resmi membagi pengaturan impor ke dalam tiga kategori utama. 

Klasifikasi tersebut meliputi barang yang dilarang impor, barang yang diatur impornya, dan barang bebas impor.

Restrukturisasi ini berjalan beriringan dengan kebijakan baru Kementerian Perdagangan yang mewajibkan seluruh pelayanan perizinan perdagangan luar negeri dialihkan ke sistem daring. Transformasi digital ini sengaja diterapkan untuk mempercepat proses birokrasi impor sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.


Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa tata kelola perdagangan luar negeri kini tengah dirombak agar menjadi lebih sederhana, cepat, dan saling terintegrasi.

“Pemerintah terus melakukan perubahan mendasar dalam pengaturan perdagangan luar negeri untuk menciptakan tata kelola perdagangan yang lebih sederhana, cepat, transparan, dan terintegrasi,” kata Budi, di Gedung DPR beberapa waktu lalu, dikutip Jumat 29 Mei 2026. 

Demi mendukung pengelompokan tiga kategori impor tersebut, Kemendag telah menyatukan sistem perizinan dan pengawasan elektronik secara terpadu. 

Pengurusan izin impor kini wajib diakses melalui sistem Single Submission (SSm). Tidak hanya itu, Kemendag menetapkan standar waktu pelayanan maksimal lima hari kerja untuk mengikis hambatan birokrasi.

“Langkah ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi perdagangan nasional sekaligus memperkuat iklim investasi dan daya saing perdagangan Indonesia,” ujar Budi.

Terkait regulasi barang masuk, Kemendag menetapkan aturan tegas bahwa produk impor pada dasarnya harus dalam keadaan baru. Para importir pun wajib mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sekaligus berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir (API).

“Untuk komoditas tertentu, importir juga wajib memiliki perizinan berusaha di bidang impor serta melengkapi verifikasi teknis oleh surveyor independen,” jelas Budi.

Di samping memetakan tiga kategori impor, pemerintah sangat agresif memanfaatkan instrumen safeguard (tindakan pengamanan perdagangan) untuk membentengi industri domestik dari serbuan produk asing. 

Saat ini, Indonesia menjadi negara teraktif di dunia dalam menerapkan kebijakan ini, dengan catatan sembilan kasus atau sekitar 25 persen dari total kasus global.

Menurut Budi, proteksi ini krusial demi menjaga ketahanan industri lokal dari fluktuasi perdagangan global.

Langkah pengetatan ini tidak berhenti di pintu masuk pabean saja. Kemendag juga memperluas pengawasan terhadap produk pangan olahan dan barang beredar yang sudah masuk dalam kategori Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, seperti minyak goreng, tepung terigu, gula kristal putih, air minum dalam kemasan (AMDK), kopi instan, hingga ikan kaleng.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Reagen dan Uswanas Bakal Bertarung di Musdalub HIPMI Malut

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:18

Danantara dan Bank Himbara Diminta Bantu Pendanaan Proyek Sekolah Rakyat

Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:15

Kejagung Bakal Umumkan Perusahaan Diduga Terlibat Under Invoicing CPO

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:52

Thailand Memimpin, Vietnam Melesat, Indonesia Masih Bicara Potensi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:31

Wali Kota Agustina Hadirkan Semangat untuk Meraih Mimpi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:13

India Kurangi Pembelian, Harga CPO Juni 2026 Langsung Anjlok

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:53

Ketika Dua Unsur Semesta Bersatu Menuju Candi Borobudur

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:48

Gubernur Khofifah Dapati Minyakita Dijual Lampaui HET

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:47

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Lombok Utara, Progres Konstruksi 45 Persen

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:13

PDIP: Perlu Kajian Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:52

Selengkapnya