Berita

PT Pertamina Drilling Services Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Halliburton Indonesia. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Bidik Pasar Timur Tengah

KAMIS, 28 MEI 2026 | 16:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah progresif diambil PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling). Anak usaha BUMN energi ini resmi menggandeng PT Halliburton Indonesia untuk memperluas ekspansi bisnis jasa pengeboran di kancah internasional.

Kolaborasi strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Tangerang, Jumat, 22 Mei 2026 lalu. Kerja sama ini membidik penguatan kolaborasi pengembangan bisnis jasa penunjang pengeboran minyak dan gas bumi (migas), geothermal (panas bumi), hingga migas nonkonvensional, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita menegaskan, sinergi dengan Halliburton merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) perusahaan untuk memperluas bisnis onshore dan offshore rig services di pasar global.


“Kerja sama ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperkuat kapabilitas dan memperluas ekspansi bisnis internasional," kata Avep, Kamis, 28 Mei 2026.

Avep melihat ada peluang raksasa dalam pengembangan proyek energi ke depan. Salah satu target bidikan utama dari kolaborasi ini adalah menembus pasar kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, kongsi dengan raksasa jasa energi sekelas Halliburton juga diharapkan mampu memicu transfer teknologi, mendongkrak kompetensi SDM, serta memperkuat daya saing industri jasa pengeboran nasional.

Ruang lingkup kesepakatan kedua perusahaan ini terbilang sangat masif. Mencakup berbagai layanan penunjang industri energi mulai dari rig services, project management, fracturing services, drilling bits, hingga cementing services dan wellhead equipment.

Tak hanya di atas kertas, kedua perusahaan bahkan langsung tancap gas membahas potensi proyek konkret di Irak, tepatnya pada proyek West Qurna Block.

Dalam proyek di Irak tersebut, Halliburton membuka karpet merah bagi Pertamina Drilling untuk mendukung sejumlah layanan krusial seperti fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services.

Pertamina Drilling pun menyatakan kesiapan penuh untuk menyuplai kebutuhan operasional Halliburton, baik dari sisi penyediaan layanan, personel ahli, hingga dukungan teknis.

Bak gayung bersambut, Presiden Direktur Halliburton Indonesia, Ankush Bhalla menyambut positif penguatan kerja sama ini. Pihaknya mengakui taji dan rekam jejak yang dimiliki Pertamina Drilling.

“Kami melihat Pertamina Drilling memiliki pengalaman dan kapabilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional Halliburton, termasuk untuk proyek-proyek strategis di luar negeri,” tegas Ankush.

Prosesi penandatanganan MoU penting ini juga turut dikawal dan disaksikan langsung oleh Komisaris Utama PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Dharmawan H Samsu, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha beserta jajaran manajemen top lainnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya