Berita

Ilustrasi/Kemenhaj

Nusantara

Kemenhaj Siapkan Strategi Berlapis Kawal Jemaah Indonesia Selama Fase Mina

KAMIS, 28 MEI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Fase krusial puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) bagi jemaah Indonesia berhasil dilalui dengan lancar, tertib, dan aman. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memastikan bahwa seluruh pergerakan jemaah kini terkendali sepenuhnya di bawah pengawalan ketat petugas.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah sukses diberangkatkan dari Arafah, transit di Muzdalifah, dan kini telah bersiap di Mina untuk melaksanakan mabit (bermalam) serta prosesi lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, dalam keterangan yang dikutip redaksi, Kamis 28 Mei 2026.


Menurut Maria, keberhasilan operasi berskala besar ini merupakan buah manis dari sinergi solid antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan luar biasa yang ditunjukkan oleh para jemaah.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Kini, fokus Kemenhaj beralih sepenuhnya pada fase Mina, khususnya dalam mengawal jemaah melaksanakan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik. Demi menjamin keselamatan jemaah, strategi mitigasi dan penempatan personel langsung diperketat.

Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di titik-titik krusial Mina, mulai dari area tenda hingga sepanjang jalur menuju Jamarat. Kemenhaj juga menempatkan tim siaga di Masjidil Haram. 

Guna memastikan penanganan yang cepat, para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc, di mana masing-masing satuan bertanggung jawab penuh atas 11 hingga 13 markas (kawasan tenda) jemaah.

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” tegas Maria.

Mengingat tantangan cuaca ekstrem di Mina yang saat ini mencapai 41°C, Kemenhaj mengeluarkan instruksi tegas terkait jadwal lontar jumrah. Jemaah diminta tidak memaksakan diri demi keselamatan fisik.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

Sebagai langkah pengamanan arus, Maria menginstruksikan jemaah untuk memanfaatkan jalur dua (jalur atas) yang telah ditetapkan sebagai rute resmi jemaah Indonesia menuju Jamarat. Langkah ini penting untuk mengurai potensi penumpukan massa.

Lebih lanjut, Maria menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama di Mina. Jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, menggunakan payung saat di luar ruangan, serta membatasi aktivitas fisik non-ibadah.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Menutup keterangannya di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ini, Kemenhaj turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam sekaligus melayangkan doa terbaik bagi keselamatan jemaah.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya