Berita

Paus Leo XIV (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Vatican News)

Dunia

Paus Leo Ingatkan AI Bisa jadi Malapetaka Sosial

RABU, 27 MEI 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peringatan terbaru mengenai dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) datang dari Paus Leo XIV. 

Pemimpin Gereja Katolik itu mengingatkan bahwa perkembangan AI berpotensi memicu “malapetaka sosial” jika menyebabkan pengangguran massal dan hilangnya banyak lapangan kerja di masa depan.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Paus Leo dalam ensiklik pertamanya, yaitu dokumen resmi ajaran Gereja Katolik, yang juga menyerukan perlunya regulasi terhadap teknologi AI. Menurutnya, perusahaan tidak boleh mengorbankan manusia demi mengejar keuntungan ekonomi semata.


“Pengejaran keuntungan yang lebih besar tidak dapat membenarkan pilihan yang secara sistematis mengorbankan lapangan kerja, karena manusia adalah tujuan, bukan sarana,” tulis Paus Leo, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Pandangan Paus itu nampaknya sejalan dengan para trader di platform pasar prediksi Kalshi. Mereka memperkirakan peluang sebesar 60 persen bahwa tingkat pengangguran di Amerika Serikat akan melampaui 8 persen sebelum tahun 2030. Bahkan, peluang pengangguran menembus 9 persen diperkirakan mencapai 47 persen.

Tingkat pengangguran setinggi itu biasanya terjadi saat resesi besar atau gelombang PHK massal. Di luar pandemi Covid-19 pada 2020, pengangguran di atas 9 persen hanya beberapa kali terjadi di AS sejak Perang Dunia II.

Para trader juga menilai AI mulai menjadi faktor utama pemutusan hubungan kerja. Mereka memperkirakan peluang sebesar 78 persen bahwa AI menjadi penyebab utama PHK pada Mei tahun ini, berdasarkan data yang nantinya dirilis Challenger, Gray & Christmas.

Meski banyak pendukung AI percaya teknologi ini hanya akan menggantikan sebagian pekerjaan sementara, Paus Leo menegaskan pekerjaan memiliki peran penting dalam kehidupan manusia.

Menurutnya, masyarakat berisiko mengalami “kemiskinan manusia dan budaya” jika kemajuan teknologi hanya memberikan pekerjaan kepada sebagian kecil orang, sementara banyak lainnya kehilangan peran dalam kehidupan sosial.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Kaharuddin Djenod Kembali Pimpin PT PAL Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50

Nusron Bersama Wamenhan dan KSAU Bahas Penataan Aset Pertanahan TNI AU

Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27

Gatot Nurmantyo Berharap Presiden Keluarkan Dekrit Sesuai Amanat AD/ART Gerindra

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59

Anies Baswedan dan Suara Kentongan

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35

Rocky Gerung: Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum

Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12

Wali Kota Agustina Gelar Nobar Dukung Celyna Grace di Indonesian Idol Season XIV

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54

UUD 2002 Berhasil Bikin Kekayaan Indonesia Dirampok Besar-besaran

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31

PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Sebesar 108,58 Persen

Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Jangan Cuma Formalitas bagi Parpol

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47

Pasal Kerugian Negara Dianggap Tidak Efektif Berantas Korupsi

Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25

Selengkapnya