Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

AS Serang Iran, Harga Minyak Naik Lagi

RABU, 27 MEI 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali naik setelah militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke wilayah selatan Iran.

Dikutip dari CNBC International, Rabu 27 Mei 2026, pada perdagangan Selasa, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 3 persen dan ditutup di level 99,58 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di 93,89 Dolar AS per barel.

Lonjakan harga terjadi setelah militer AS mengumumkan telah melakukan “serangan untuk membela diri” di Iran selatan. Target serangan disebut mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau di kawasan strategis.


Situasi semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan akan membalas setiap pelanggaran gencatan senjata. Iran juga mengklaim telah mendeteksi dan menghadapi drone serta jet tempur F-35 milik AS yang memasuki wilayah udaranya.

Ketegangan geopolitik ini membuat pasar khawatir terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat memberi sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz akan segera tercapai. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi, sementara konflik justru kembali meningkat.

Trump juga mengatakan negosiasi dengan Iran masih berjalan baik, tetapi memperingatkan bahwa AS bisa kembali melakukan aksi militer jika pembicaraan gagal. 

“Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar untuk semua pihak, atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump di media sosialnya.

Di sisi lain, bank investasi UBS menilai pasar minyak global mulai mengalami tekanan serius. Persediaan minyak dunia dilaporkan terus menurun akibat gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. UBS mencatat stok minyak global turun sekitar 246 juta barel sepanjang Maret dan April 2026.

UBS juga memperingatkan bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi kekurangan pasokan yang cukup berat. Penurunan stok minyak mentah dan produk olahan di daratan menunjukkan permintaan masih tinggi, sementara distribusi global terganggu akibat konflik kawasan Timur Tengah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya