Berita

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Pengumuman Kurban Presiden Lewat Konferensi Pers Malah jadi Blunder

RABU, 27 MEI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro terkait bantuan hewan kurban Iduladha Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan APBN dinilai pengamat politik Hendri Satrio sebagai  strategi komunikasi yang keliru.

Penyaluran 1.098 ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto ke seluruh Indonesia tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar. 

Sosok yang akrab disapa Hensa itu mengatakan, alih-alih memperjelas informasi,  langkah Juri malah memperbesar isu yang seharusnya sederhana dan cukup disampaikan melalui mekanisme yang lebih tepat.


“Ini problem dasar, pejabat negara nggak bisa bedain mana yang layak press conference, mana yang cukup siaran pers. Hal-hal ringan dibikin seolah-olah penting, akhirnya jadi bola liar ke mana-mana dan memancing polemik yang sebenarnya nggak perlu,” ujar Hensa, Rabu, 27 Mei 2026.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini  menyoroti penggunaan forum konferensi pers untuk menyampaikan jumlah hewan kurban Presiden, yang menurutnya tidak memiliki urgensi tinggi untuk diumumkan secara terbuka dengan format besar.

“Begitu diumumkan lewat press conference, kesannya ini urusan besar, mendesak, semua orang harus tahu. Padahal cukup rilis singkat saja. Karena dibesarkan, akhirnya orang jadi bertanya macam-macam, termasuk soal APBN. Coba kalau dari awal cukup press release, isu itu bisa dikendalikan, nggak melebar ke mana-mana,” jelasnya.

Hensa juga menyayangkan lemahnya sensitivitas komunikasi di lingkaran pemerintahan, yang menurutnya seharusnya memahami dampak dari setiap format penyampaian informasi.

“Kalau sampai Presiden tahu, itu justru makin runyam. Niatnya baik, tapi cara menyampaikannya jadi terkesan pamer. Dalam perspektif tertentu, itu bisa dianggap riya. Akhirnya yang kena siapa? Presidennya juga, seolah-olah berbuat baik tapi dipersepsikan keliru,” kata Hensa.

Selain soal kurban, Hensa juga mengkritik konferensi pers yang membahas ketidakhadiran Presiden dalam Salat Iduladha di Jakarta karena agenda ke luar negeri.

“Hal seperti Presiden tidak Salat Iduladha di Jakarta karena ke Perancis itu cukup disampaikan lewat siaran pers, selesai. Nggak perlu panggung besar. Ketika dibikin press conference, seolah-olah ini isu besar, padahal bukan. Ujungnya apa? Polemik lagi, isu nggak penting jadi ramai,” ujarnya.

Hensa menambahkan, persoalan ini bukan pada substansi kegiatan Presiden, melainkan cara penyampaiannya ke publik yang dinilai tidak tepat.

Ia menilai, momentum keagamaan seperti Iduladha tetap memiliki makna penting, namun keputusan komunikasi yang berlebihan justru mengaburkan pesan utama dan memicu perdebatan yang tidak relevan.

Menurut dia, kesalahan dalam pengelolaan komunikasi publik berpotensi menimbulkan distraksi yang tidak perlu terhadap agenda Presiden.

"Akibatnya energi publik habis di hal-hal yang sebetulnya bisa disampaikan secara sederhana. Ini bukan soal kegiatannya, tapi strategi komunikasinya yang kurang tepat,” tutup Hensa.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya