Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. (Foto: YouTube Hersubeno Point)
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. (Foto: YouTube Hersubeno Point)
Awalnya Gatot menyebut alasan adanya amandemen periode 1999-2002 yang mengatasnamakan demokrasi sebagai amanat Reformasi untuk menuju kesejahteraan rakyat.
“Tapi yang muncul justru ini, biaya politik sangat mahal, politik uang merajalela, oligarki menguasai partai, partai juga bertindak sebagai oligarki, kemudian dominasi pemilik modal, korupsi tetap tinggi, serta kesenjangan ekonomi yang tidak banyak berubah, inilah keberhasilan UUD 2002,” kata Gatot dikutip dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Selasa malam, 26 Mei 2026.
Populer
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
UPDATE
Rabu, 27 Mei 2026 | 03:50
Rabu, 27 Mei 2026 | 03:27
Rabu, 27 Mei 2026 | 02:59
Rabu, 27 Mei 2026 | 02:35
Rabu, 27 Mei 2026 | 02:12
Rabu, 27 Mei 2026 | 01:54
Rabu, 27 Mei 2026 | 01:31
Rabu, 27 Mei 2026 | 01:13
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:47
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:25