Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Tunda Insentif Mobil Listrik

SELASA, 26 MEI 2026 | 19:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memutuskan menunda pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang semula direncanakan diumumkan pada Juni 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penundaan dilakukan karena pemerintah masih menghitung sejumlah aspek terkait skema hingga kebutuhan anggaran sebelum stimulus otomotif itu diluncurkan.

"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi, karena ada perhitungan yang masih ditunggu," ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Selasa 26 Mei 2026.


Sebelumnya, pemerintah berencana mengumumkan program insentif kendaraan listrik pada awal Juni 2026. Dalam skema yang disiapkan, pemerintah akan memberikan fasilitas pajak berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian mobil listrik.

Besaran insentif nantinya dibedakan berdasarkan jenis baterai yang digunakan produsen kendaraan listrik.

Purbaya juga sempat menjelaskan mobil listrik dengan baterai berbasis nickel manganese cobalt (NMC) akan memperoleh fasilitas PPN DTP sebesar 100 persen. Sementara kendaraan listrik dengan baterai selain nikel, seperti lithium iron phosphate (LFP), hanya mendapatkan insentif sebesar 40 persen.

Baterai NMC sendiri menggunakan bahan baku nikel, mangan, dan kobalt. Sedangkan baterai LFP memakai material berbasis besi dan fosfat.

Menurutnya, pemerintah memberi insentif lebih besar untuk kendaraan listrik berbasis nikel untuk mendorong hilirisasi mineral di dalam negeri, khususnya pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Awal bulan depan saya akan mengumumkan insentif untuk industri otomotif, khususnya mobil listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel," ujar Purbaya pada awal Mei 2026 lalu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya