Berita

Ilustrasi Umar bin Khattab. (Foto: artificial intelligence)

Publika

Belajar dari Umar bin Khattab: Masa Lalu Bukan Akhir Segalanya, Itulah Djaka Budhi

SELASA, 26 MEI 2026 | 18:50 WIB

PERJALANAN hidup seseorang tidak selalu lurus tanpa kesalahan. Dalam banyak kasus, seseorang pernah berada di fase kelam, menjalani hukuman, lalu kembali memperbaiki diri dan mengabdi kepada bangsa.

Prinsip negara hukum justru mengajarkan bahwa ketika seseorang telah menjalani proses hukum dan menyelesaikan hukumannya, maka hak-haknya sebagai warga negara harus dihormati kembali.

Karena itu, tidak tepat jika masa lalu terus dijadikan alat untuk menutup ruang pengabdian seseorang selamanya. Apalagi dalam konteks militer, seorang prajurit berada dalam garis komando dan kultur kepatuhan terhadap atasan. Tentu sejarah harus tetap dicatat secara objektif, tetapi proses hukum yang sudah dijalani juga harus dihargai.


Sosok seperti Djaka Budhi Utama kerap diperdebatkan karena masa lalunya. Namun jika merujuk prinsip keadilan, seseorang yang sudah menerima konsekuensi hukum tidak semestinya terus-menerus diposisikan seolah tidak memiliki hak untuk melanjutkan karier dan pengabdian.

Negara tidak boleh hanya mengenal hukuman, tetapi juga harus mengenal rehabilitasi dan kesempatan kedua.

Dalam sejarah Islam pun terdapat pelajaran besar tentang perubahan manusia. Umar bin Khattab sebelum masuk Islam dikenal sebagai sosok yang keras dan bahkan pernah berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.

Namun setelah mendapatkan hidayah, Umar justru menjadi salah satu pemimpin paling adil dan dihormati dalam sejarah peradaban Islam.

Artinya, manusia tidak bisa selamanya dihakimi hanya dari masa lalunya. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menjalani proses, memperbaiki diri, dan memberi manfaat setelahnya.

Bangsa ini juga perlu belajar membedakan antara kritik yang objektif dengan penghakiman tanpa akhir.

Sayed Junaidi Rizaldi 
Ketua Umum Rembuk Nasional Aktivis 98 dan Ketua Umum Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya