Berita

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan i Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 27 Agustus 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

DEN Integrasikan Data Kementerian Berbasis AI untuk Pangkas Manipulasi

SELASA, 26 MEI 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Seluruh data kementerian dan lembaga akan mulai terhubung dan terintegrasi pada 1 Juni 2026. 

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari penguatan government technology berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah diuji coba di 42 kabupaten dan Provinsi Bali. Kelak, system tersebut akan diluncurkan penuh oleh Presiden pada Oktober 2026.

Integrasi ini bertujuan agar pengambilan keputusan pemerintah lebih presisi sesuai kebutuhan daerah, sekaligus mendongkrak kredibilitas Indonesia di mata investor global lewat transparansi dan efisiensi birokrasi. 


Salah satu fokusnya adalah memperluas sistem pengawasan ekspor komoditas melalui National Single Window dan Simbara, yang kini mencakup batu bara, timah, hingga sawit.

“Tanggal 1 Juni, itu sudah semua terkoneksi dan data mulai terintegrasi. Saya kira butuh beberapa bulan, AI-nya sudah jalan, harmonisasi data sudah mulai jalan, Presiden akan roll out itu pada Oktober tahun ini,” kata Luhut di Jakarta, dikutip Selasa 26 Mei 2026. 

“Dan nanti AI yang baca semua. Jadi enggak bisa lari. Enggak bisa lari,” tegasnya mengenai pemanfaatan AI dalam memperkecil ruang manipulasi data ekspor dan pajak.

Sejalan dengan hal itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa National Single Window telah menjadi portal integrasi data lintas instansi untuk memproses perizinan dan dokumen ekspor secara digital. 

Sistem ini terbukti mendukung pengelolaan APBN yang disiplin di tengah ketidakpastian global, di mana pemerintah sukses menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen sembari membiayai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, sekolah rakyat, dan kesehatan.

“Indonesia adalah negara yang defisitnya di bawah 3 persen, 2,9 tahun lalu, 2,68 kita rencanakan tahun ini, tetapi bisa tumbuh tahun lalu 5,11, awal tahun ini 5,61,” papar Suahasil.

Sebagai penutup, Luhut menambahkan bahwa pemerintah terus mendorong deregulasi demi mengejar target pertumbuhan ekonomi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya