Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Bangun Huntap Pascabencana Sumatera Pakai Skema Kolaborasi

SENIN, 25 MEI 2026 | 19:00 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah mengklaim pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Sumatera kini mulai berjalan dengan model kolaborasi lintas pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, hingga yayasan sosial.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, skema tersebut diterapkan dalam pembangunan huntap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Jadi kita berkolaborasi,” kata Maruarar di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.


Menurut Ara, sapaan akrabnya, pembangunan huntap melibatkan Tzu Chi Foundation, pemerintah daerah, PLN, hingga sejumlah kementerian dan lembaga.

Ia menjelaskan, dukungan lahan berasal dari berbagai sumber, mulai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kawasan kehutanan, aset BUMN, hingga lahan milik pemerintah daerah.

“Tanah juga bisa dari kehutanan, bisa juga dari BUMN. Jadi sumber tanah itu paling tidak bisa tiga. Selain itu mungkin kalau ada tanah-tanah pemda juga bisa jadi potensi,” ujar Ara.

Ara menegaskan, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan lokasi huntap, tetapi juga akses terhadap aktivitas ekonomi dan layanan publik masyarakat.

“Ideal itu tentu aman, jangan longsor, jangan banjir. Kedua juga sedapat mungkin jangan terlalu jauh dari ekosistem masyarakat,” kata Ara.

Menurutnya, lokasi huntap juga diupayakan tetap dekat dengan pasar, sekolah, rumah sakit, dan tempat kerja agar benar-benar dihuni masyarakat.

“Kalau bikinnya jauh nanti orang jadi enggak menghuni,” kata Ara.

Ara menyebut saat ini terdapat sekitar 2.603 unit huntap yang sedang berproses, sebagian di antaranya sudah selesai dan telah diserahkan kepada masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya