Berita

Salat subuh berjemaah di Masjid Agung Cilegon. (Foto: Istimewa)

Publika

Di Cilegon, Salat Subuh Berhadiah Umrah Dipadati 1.500 Jemaah

SENIN, 25 MEI 2026 | 14:40 WIB

NGAJAK orang salat ke masjid itu, gampang. Membuat ia mau melangkah ke rumah Allah, itu yang berat. 

Tapi, ada satu tips jitu dari Pemkot Cilegon, kasih hadiah umrah, dijamin masjid berjubel jEmaah. 

Ada kejadian langka di Masjid Agung Cilegon Minggu pagi kemarin. Langka sekali. Lebih langka dari misteri Pangeran Pandeglang apakah benar jago buat gelang.


Subuh mendadak penuh.

Bukan penuh karena kebocoran atap. Bukan karena ada artis hijrah. Tapi karena ada program “Shalat Subuh Akbar Berjamaah Berhadiah Umrah.” Seketika umat bergerak cepat melebihi respon netizen saat lihat giveaway.

Sekitar 1.500 jemaah memadati masjid sejak dini hari. Sandal berserakan seperti habis simulasi kiamat kecil. Parkiran penuh. Saf rapat. 

Orang-orang yang biasanya jam segitu masih berguling di kasur sambil bilang “lima menit lagi ya Allah,” mendadak mandi jam 2 pagi pakai semangat pejuang.

Di situlah kita sadar satu hal penting. Ternyata, masalah umat selama ini bukan tidak bisa bangun subuh. Bisa. Sangat bisa. Tinggal hadiahnya apa.

Kalau biasanya alarm subuh dibunuh tanpa belas kasihan, kali ini alarm diperlakukan seperti wahyu. 

Ada yang pasang lima alarm sekaligus. Ada yang tidur pakai gamis supaya tak ribet. Ada juga yang mungkin malamnya tak tidur sama sekali karena takut kesiangan dan kehilangan peluang umrah.

Fenomena ini membuat banyak orang terharu. Sekaligus tertawa. Karena jujur saja, di banyak masjid, suasana subuh kadang memang menyedihkan. 

Muazinnya datang. Imamnya datang. Jemaahnya belum tentu. Kadang satu orang merangkap semua posisi. Dia azan, dia iqamah, dia imam, habis salam dia muter nyalamin dirinya sendiri.

Maka ketika Robinsar, Walikota Cilegon, melihat Masjid Agung penuh sampai sekitar 1.500 jemaah, beliau sampai kagum. 

Katanya, selama masjid berdiri, jarang sekali subuh seramai itu. Ya jelas. Biasanya yang penuh itu warung kopi habis subuh, bukan masjidnya.

Tapi di balik semua kekocakan ini, sebenarnya ada hadis yang luar biasa. “Barangsiapa salat Subuh berjamaah, maka ia berada dalam jaminan Allah.” (HR Muslim). 

Para ulama lalu menafsirkan, kekuatan umat bisa dilihat dari ramainya jamaah subuh. Kalau subuh ramai, itu tanda iman hidup. Persatuan hidup. Semangat ibadah hidup.

Nah masalahnya, di sebagian tempat, yang hidup malah speaker Bluetooth warung kopi. Makanya program begini sebenarnya cerdas. Bukan sekadar undian umrah. 

Ini strategi dakwah level “pancing dulu ikannya.” Karena kadang manusia memang begitu. Awalnya datang karena hadiah, lama-lama malah jatuh cinta pada suasana masjid. Awalnya niatnya umrah gratis, eh pulangnya malah dapat ketenangan hati.

Tentu saja ada netizen spesialis niat orang langsung bermunculan. “Ah, mereka salat karena pengen hadiah.” Lah terus kenapa? Minimal mereka salat. 

Dari pada nyinyir bangun subuh cuma buat cek siapa yang view story WA-nya. Jangan mentang-mentang rajin ibadah lalu buka cabang Badan Intelijen Niat Nasional.

Ketua DKM, Slamet Ibnu Syam, juga berharap jamaah tetap istiqamah walau nanti tidak ada hadiah lagi. Itu memang poin utamanya. Karena tujuan akhirnya bukan tiket umrah, tapi membiasakan hati akrab dengan subuh berjamaah.

Namun jujur saja, setelah melihat masjid penuh begini, banyak pengurus masjid lain mungkin mulai mikir keras. “Kalau hadiah umrah bisa 1.500 jamaah… gimana kalau hadiah motor?”

Waduh. Itu bukan lagi salat subuh. Itu sudah seperti grand opening dealer. Jamaah bisa datang dari tiga kabupaten. Saf sampai trotoar. Tempat wudhu antre kayak SPBU subsidi solar.

Tapi tak apa. Selama orang datang ke masjid, selama saf makin rapat, selama anak muda mulai kenal subuh berjamaah, berarti ada sesuatu yang hidup kembali. Karena kadang Allah memang menarik manusia dengan hadiah dunia… supaya akhirnya mereka menemukan akhirat.

“Bang, kalau semua masjid besar salat subuhnya berhadiah rumah tipe 45, gimanalah?”

“Wow, saya jamin penuh sesak sampai ke luar, wak! Warkop makin menjamur, karena habis salat biasanya jamaah ngopi.” Ups

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya