Berita

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi. (Foto: Istimewa)

Politik

Uskup Agung Merauke Pertanyakan Maksud Narasi Gereja dalam Film Pesta Babi

SENIN, 25 MEI 2026 | 10:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi mengecam dan membantah apa yang ditampilkan serta dinarasikan di film dokumenter Pesta Babi. 

Uskup Mandagi menyebut para pihak yang diwawancarai dalam film 'Pesta Babi' dipilih berdasarkan keinginan sutradara dan penyandang dana.

Kecaman dan bantahan Uskup Mandagi disampaikan dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Uskup Mandagi dimintai tanggapan oleh seorang pastor tentang film 'Pesta Babi'.


"Bagi saya film 'Pesta Babi' itu bagi saya memang bersifat betul-betul provokatif, terlebih untuk diri sendiri. Tetapi dalam menonton jangan hilang otak kita, daya kritis kita," kata Uskup Mandagi dikutip Senin 25 Mei 2026.

"Karena misalnya, apa tujuan dari film itu? Orang yang membuat film ini dia tidak tinggal di Papua. Yang membantu dia hanya berkeliaran beberapa waktu. Jadi apa maksud?" kata Uskup Mandagi dalam wawancara.

Uskup Mandagi menegaskan bahwa apa yang ditampilkan dalam film tersebut tentang sikap Keuskupan Agung Merauke tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan tidak benar. 

Dia menilai apa yang terdapat dalam film seolah menyatakan bahwa Keuskupan Agung Merauke telah disuap oleh pemerintah.

"Jadi misalnya tentang Gereja Katolik di dalam film itu. Keuskupan Agung Merauke, khususnya uskup bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang menghancurkan katakanlah hutan Papua Selatan terlebih kelapa sawit, hutan sawit. Ini dan dikatakan juga bukan hanya kerja sama, tapi mendapat dana lagi. Jadi seolah-olah Keuskupan Agung Merauke sudah disuap," papar Uskup Mandagi.

Uskup Mandagi justru mempertanyakan mengapa pihaknya tidak pernah diminta pendapat secara langsung mengenai PSN pemerintah yang dipersoalkan dalam film 'Pesta Babi'.

"Pertanyaannya, benarkah ini? Kenapa sutradara film ini tidak datang tanya kepada uskup? Tidak datang tanya kepada pastor-pastor yang ada di tempat itu dan hanya mendengar dari orang-orang yang punya tujuan yang sama dengan sutradara itu. Kenapa?", tanya dia.

Lebih lanjut, Uskup Mandagi justru mengaku sedih dengan berita tentang Keuskupan Agung Merauke di dalam film itu. Terlebih, dia menilai orang-orang yang tampil dalam film tersebut tidak mengetahui bagaimana perjuangan Keuskupan Agung Merauke dalam merawat Papua Selatan.

Justru, Uskup Mandagi menganggap bahwa para pihak yang tampil di film 'Pesta Babi' sengaja ditentukan oleh sutradara dan penyandang dana film tersebut.

"Jadi ada apa-apa, cuma diminta ke orang-orang yang setuju, sealiran dengan sutradara, dan juga sealiran dengan pemberi dana. Barangkali itu cuma isu, pemberi dana," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya