Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Nikkei Pimpin Penguatan Bursa Asia di Awal Pekan

SENIN, 25 MEI 2026 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, setelah harga minyak dunia turun tajam di tengah harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah. 

Sentimen investor membaik setelah muncul laporan bahwa Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia, berpotensi kembali dibuka.

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 memimpin penguatan pasar Asia dengan lonjakan hampir 3 persen dan untuk pertama kalinya menembus level 65.000 poin. Indeks utama Jepang itu sempat menyentuh 65.210,18 sekaligus mencetak rekor tertinggi baru. Sementara itu, indeks Topix juga naik sekitar 0,65 persen.


Di kawasan lain Asia, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,86 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,41 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak datar dengan kenaikan tipis 0,12 persen, sementara indeks Shanghai China cenderung stagnan.

Kenaikan pasar saham Asia terjadi setelah harga minyak dunia anjlok lebih dari 5 persen. Penurunan ini dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan negosiasi dengan Iran berlangsung “tertib dan konstruktif”.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan dirinya meminta tim negosiator AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu masih berpihak pada mereka.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, yang membuat Teheran menutup Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia sehingga gangguan di kawasan itu langsung memengaruhi pasar global.

Turunnya harga minyak membuat kekhawatiran investor terhadap inflasi dan biaya energi mulai mereda, sehingga mendorong minat beli di pasar saham Asia.

Di pasar komoditas, minyak mentah Brent kontrak Juli turun 4,52 persen menjadi sekitar 92,23 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 4,51 persen ke level 98,87 Dolar AS per barel.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya