Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Optimisme Damai Selat Hormuz Tekan Dolar AS di Awal Pekan

SENIN, 25 MEI 2026 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks DXY (Indeks Dolar AS) bergerak melemah pada awal perdagangan sesi Asia, Senin pagi 25 Mei 2026 seiring meningkatnya harapan pasar terkait potensi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Optimisme tersebut memicu aksi jual greenback dan mendorong investor beralih ke aset berisiko, yang juga berdampak pada jatuhnya harga minyak mentah dunia di bawah level 100 Dolar AS per barel.

Meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump mencoba meredam ekspektasi bahwa perdamaian dengan Iran akan tercapai dalam waktu dekat, pelemahan Dolar AS terhadap mata uang utama tetap terjadi di tengah likuiditas pasar Asia yang agak tipis. 


Terhadap Yen Jepang, Dolar AS terkoreksi 0,2 persen ke level 158,87 Yen. Sebaliknya, Euro menguat 0,3 persen ke posisi 1,1642 Dolar AS dan Poundsterling Inggris naik 0,4 persen menjadi 1,3485 Dolar AS.

Tren turun Indeks DXY ini turut memberi dorongan bagi mata uang berbasis komoditas. Dolar Australia melompat 0,4 persen ke posisi 0,7160 Dolar AS, sementara Dolar Selandia Baru menguat 0,5 persen ke level 0,5877 Dolar AS. Analis Westpac mengonfirmasi bahwa perdagangan awal di Sydney menunjukkan tekanan jual Dolar AS yang meluas karena pelaku pasar mulai memburu mata uang berisiko tinggi.

Meredupnya keperkasaan Dolar AS ini dipicu oleh kemajuan negosiasi Washington-Teheran via Pakistan, meskipun Trump menegaskan blokade di Selat Hormuz baru akan dicabut setelah dokumen resmi ditandatangani.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya