Berita

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Fot: Dok. RMOL)

Bisnis

Komplotan Pengoplos Beras dan Spekulan Stok Jadi Target Utama Satgas Pangan

SENIN, 25 MEI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Praktik pengoplosan kualitas dan rekayasa stok kini menjadi target utama dalam operasi pembersihan mafia pangan yang dinilai merusak stabilitas harga nasional. 

Kementerian Pertanian mencatat sedikitnya 260 kasus mafia pangan telah diserahkan ke penegak hukum dalam 10 bulan terakhir. Fokus penindakan ini diarahkan pada manipulasi komoditas beras yang terbukti memicu kerugian masif di tingkat konsumen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menyikat habis para pelaku yang bermain di rantai pasok vital ini.


“Lawan bersama para mafia pangan dan koruptor,” kata Amran kepada media, dikutip di Jakarta, Senin 25 Mei 2026. 

Skandal terbesar yang dibongkar aparat adalah masifnya peredaran beras oplosan di pasaran. Berdasarkan uji laboratorium terhadap 268 sampel di 10 provinsi, sebanyak 212 merek beras premium dan medium terbukti memalsukan standar mutu, berat, serta melanggar ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Modus culas ini diperparah dengan aksi pengemasan ulang (repacking) beras subsidi SPHP menjadi beras premium komersial, yang diperkirakan memicu potensi kerugian konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun.

Selain pemalsuan produk, Satgas Pangan Polri juga membidik aksi spekulasi stok yang sengaja dimainkan oleh para tengkulak (middleman). 

Indikasi ini menguat setelah ditemukan anomali distribusi yang ekstrem di Pasar Induk Beras Cipinang, di mana pengeluaran beras melonjak hingga 11.410 ton dalam sehari—jauh di atas rata-rata normal yang hanya 2.000–3.000 ton. 

Lonjakan tak wajar ini diduga kuat sebagai strategi manipulasi ketersediaan barang untuk mendikte harga di pasar konsumen.

Pemerintah memastikan tidak ada ruang kompromi bagi para pelaku yang sengaja menciptakan kelangkaan semu maupun mengoplos bahan pokok demi keuntungan sepihak.

“Tidak boleh kompromi, pidanakan. Kita penjarakan pihak yang bikin susah negara,” ujar Amran dengan nada tegas.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya