Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Oknum Terpapar Khilafah Gencar Sebar Hoax Serang Polri

SENIN, 25 MEI 2026 | 02:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Berbagai isu yang mengemuka di publik bernada sinis kepada polisi, dinilai Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) sebagai upaya menyudutkan kerja-kerja penegakan hukum. 

Inisiator GNK, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid memandang, Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo harusnya memerhatikan perkembangan isu yang terkait institusinya. 

Sebagai contoh, dia mendapatkan isu miring terhadap Polri dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau. 


"Ini bukan sekadar gosip, melainkan strategi sistematis dari oknum eks HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang gemar menyudutkan Polri," kata Habib Syakur dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026. 

Pasalnya, dia menelusuri saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus itu ialah Thomas Larfo Dimeira, yang dalam hal ini menjabat Kepala Bidang Cipta Karya PUPR-PKPP. 

Menurutnya, keterangan yang disampaikan saksi itu bukan hanya berita bohong (hoax), tapi juga fitnah karena yang bersangkutan mengaku pernah diminta mengumpulkan uang Rp300 juta untuk memperbaiki rumah dinas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

"Langkah antisipatif harus segera dilakukan, karena yang memberikan keterangan palsu di pengadilan jelas-jelas oknum terpapar khilafah," tutur Habib Syakur. 

Ia menambahkan, faktanya perintah kepada Thomas datang dari SF Hariyanto yang kala itu masih menjabat Wakil Gubernur Riau, dan kemudian menghubungi Arief Setiawan dengan membawa sebuah goodie bag berisi uang Rp300 juta ke Hotel Pangeran Pekanbaru.

"Uang itu akhirnya digeser ke pihak swasta bernama Puji. Namun belakangan, dana tersebut tidak jadi digunakan dan dikembalikan ke rekening penampungan KPK," urainya.

"Namun di luar ruang sidang, gosip murahan lebih cepat beredar ketimbang fakta. Isu aliran dana Rp300 juta ke Kapolda Riau langsung dipelintir di media sosial. Klarifikasi resmi Humas Polda Riau pun kalah cepat dari framing negatif yang sengaja dimainkan," sambung Habib Syakur. 

Oleh karena itu, ia mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk segera menurunkan Tim Siber atau Densus 88,guna menguak motif di balik drama ini.

"Karena ironisnya, publik lebih mudah percaya pada gosip ketimbang fakta bahwa uang Rp300 juta itu dikembalikan ke rekening KPK. Polri pun kembali harus jadi tameng menghadapi serangan opini murahan yang dimainkan eks HTI," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya