Berita

Gubernur Lemhannas, TB Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

SENIN, 25 MEI 2026 | 00:18 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Perubahan situasi geopolitik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dinilai membuat keberadaan Board of Peace (BoP) perlu dikaji ulang. Kondisi ini disebut semakin kompleks setelah memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Ketua Lemhannas sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily, menilai perkembangan geopolitik global saat ini membuat efektivitas dan posisi BoP perlu dievaluasi lebih lanjut.

“Keberadaan BoP sendiri saya kira perlu dikaji lebih lanjut disebabkan karena situasi geopolitik akibat dari perang Iran-Israel-Amerika versus Iran yang membuat situasi semakin tidak menentu,” kata TB Ace kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.


Meski begitu, ia menegaskan posisi Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan menolak tindakan yang bertentangan dengan hukum humaniter internasional.

Pernyataan itu disampaikan merespons kepulangan sembilan WNI relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat ditahan Israel dan telah tiba kembali di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026.

Lanjut TB Ace, tindakan penyekapan terhadap jurnalis dan aktivis kemanusiaan tidak dapat dibenarkan karena melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.

“Tindakan itu tidak boleh dilakukan karena menyalahi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah diplomatik pemerintah yang dinilai proaktif dalam memulangkan para WNI, terutama melalui peran Kedutaan Besar RI di Turki.

Namun di tengah situasi kawasan yang semakin memanas, TB Ace menilai pemerintah tetap perlu mencermati ulang berbagai langkah dan instrumen diplomasi yang digunakan, termasuk efektivitas BoP di tengah perubahan peta konflik global.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya