Berita

Kegiatan Istighosah dan Tasyakur Milad Ke-48 MDI di DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

MINGGU, 24 MEI 2026 | 23:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Organisasi keagamaan di bawah Partai Golkar disebut akan terus difungsikan sebagai instrumen komunikasi pemerintah kepada umat, terutama untuk menyosialisasikan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Gubernur Lemhannas, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menyebut Majelis Da'wah Islamiyah atau MDI sejak awal memang dibentuk sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan kalangan ulama.

“Kita memastikan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo bisa diwujudkan terutama dalam menjembatani, menjadi alat komunikasi, instrumen komunikasi dari pemerintah untuk umat,” kata Ace Hasan dalam acara HUT ke-48 MDI di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.


Menurutnya, peran tersebut masih relevan hingga saat ini, terutama karena Golkar menganggap pendekatan kepada kalangan pesantren, ulama, kiai, dan ustaz menjadi bagian penting dalam membangun dukungan masyarakat terhadap program pemerintah.

Ace menyebut MDI selama ini menjadi salah satu instrumen Golkar untuk menjangkau masyarakat akar rumput yang memiliki kedekatan kuat dengan tokoh agama.

“MDI inilah sebagai instrumennya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, program-program pemerintah seperti penghematan energi hingga agenda pembangunan nasional dapat lebih mudah dipahami masyarakat melalui jaringan dakwah dan pesantren yang dibina MDI.

Selain menyoroti komunikasi MDI, Ace turut mengapresiasi capaian organisasi tersebut yang mencatatkan rekor penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi simbol bahwa Golkar melalui MDI ingin menunjukkan sikap inklusif terhadap kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya