Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi (Foto: X)

Global

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

MINGGU, 24 MEI 2026 | 16:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Iran kembali menegaskan komitmennya terhadap perdamaian, namun dengan syarat kehormatan dan hak-hak nasional tetap terjaga. 

Sikap tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, saat memperingati pembebasan kota pelabuhan strategis Khorramshahr dari pendudukan Irak pada 24 Mei 1982.

Melalui unggahan di media sosial X pada Minggu, 24 Mei 2026, Gharibabadi menyebut peringatan 3 Khordad dalam kalender Iran merupakan pengingat atas hak sah suatu bangsa yang menjadi korban agresi dan pendudukan untuk mempertahankan wilayah, kemerdekaan, dan martabatnya.


Menurutnya, pembebasan Khorramshahr setelah lebih dari 500 hari pendudukan selama perang delapan tahun yang dipaksakan terhadap Iran menjadi simbol kemenangan tekad nasional atas agresi yang mendapat dukungan kekuatan-kekuatan besar dunia.

“Khorramshahr adalah simbol kemenangan tekad nasional atas agresi yang dimulai dengan perhitungan kekuatan dunia yang mendukung agresor, tetapi gagal di hadapan keyakinan, perlawanan, dan kemandirian bangsa Iran yang agung,” tulis Gharibabadi.

Ia menegaskan bahwa prinsip yang melandasi kemenangan tersebut masih menjadi pedoman kebijakan Iran hingga saat ini. 

"Saat ini, Iran mengikuti logika yang sama: perdamaian dengan kekuatan, diplomasi dengan martabat, dan pembelaan yang teguh terhadap integritas wilayah, kemerdekaan, dan hak-hak rakyat dan negara Iran tercinta kami," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang dipicu serangan Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. 

Konflik tersebut memicu serangkaian serangan balasan Iran terhadap target-target strategis Amerika dan Israel di kawasan serta berdampak pada penutupan Selat Hormuz bagi kapal-kapal musuh.

Meski perundingan awal antara Teheran dan Washington belum menghasilkan kesepakatan, mediasi Pakistan terus berlanjut dan disebut berhasil mendekatkan kedua pihak pada penyelesaian konflik melalui rancangan nota kesepahaman 14 poin. 

Di tengah proses tersebut, Iran menegaskan tetap mengedepankan perdamaian, namun tanpa mengabaikan hak untuk mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan kepentingan rakyatnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya