Berita

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 Hidayat Nur Wahid. (Foto: DPR RI)

Politik

Kasus Jemaah Hilang di Makkah Jadi Alarm Pengawasan Lansia

MINGGU, 24 MEI 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 Hidayat Nur Wahid mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk lebih disiplin menjaga kondisi fisik, mental, serta memperkuat koordinasi antarkelompok jemaah di tengah semakin padatnya Kota Makkah Menjelang puncak ibadah haji.

Menurutnya, fase menjelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) merupakan periode paling krusial karena kondisi fisik jemaah mulai menurun akibat cuaca panas ekstrem dan tingginya aktivitas ibadah.

“Menjelang Armuzna memang semakin banyak sekali jamaah yang berkumpul di Makkah. Sementara jamaah pun juga mungkin sebagian daripada fisiknya sudah mulai capek,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI itu lewat keterangan resminya, Minggu, 24 Mei 2026.


Ia menilai langkah petugas haji yang meminta jemaah lebih banyak beristirahat di pemondokan merupakan keputusan tepat demi menjaga stamina menghadapi puncak ibadah haji yang membutuhkan energi besar.

Politisi Fraksi PKS ini secara khusus mengingatkan jemaah lanjut usia agar tidak memaksakan diri berjalan jauh menuju Masjidil Haram apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Kepadatan Makkah dan suhu tinggi, kata dia, meningkatkan risiko kelelahan hingga disorientasi bagi jemaah lansia.

“Tidak kemudian memaksakan diri untuk keluar pemondokan, ke Masjidil Haram yang mungkin jalannya tidak sangat dekat, sementara cuacanya sangat panas,” ujar Wakil Ketua MPR Itu 

Menurut dia, momentum menjelang Armuzna justru harus dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman ibadah haji, memperbanyak ibadah, dan menjaga stabilitas psikologis agar jemaah lebih siap menjalani rangkaian ibadah puncak.

“Kesempatan ini dimaksimalkan untuk mempersiapkan diri haji secara lebih maksimal. Baik dalam konteks kesehatan fisik termasuk juga kesehatan mental dan kesehatan psikis,” jelasnya.

Pernyataan Hidayat menjadi semakin relevan setelah adanya kasus jemaah asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang dari pemondokan Future Light Hotel Sektor 9 Misfalah sejak 15 Mei 2026 dan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jabal Kuday pada 22 Mei 2026.

Menurut Hidayat, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh jemaah maupun petugas haji tentang pentingnya komunikasi dan pengawasan, terutama terhadap jemaah lansia.

“Ini sebagai pelajaran, sebagai ibrah, tentang pentingnya betul-betul selalu menjaga kesehatan, pentingnya betul-betul selalu mengkomunikasikan dengan keluarga, dengan jamaah, dengan karom, dengan karu,” katanya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya