Berita

CEO GoTo Hans Patuwo dan Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Instagram)

Politik

Seskab Teddy dan CEO GoTo Bertemu Bahas Kesejahteraan Ojol

MINGGU, 24 MEI 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mulai mematangkan langkah untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol).

Isu tersebut dibahas langsung Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat menerima CEO GoTo Hans Patuwo di Jakarta.

Mengutip unggahan Seskab Teddy di akun Instagram resmi @sekretaris.kabinet, Minggu, 24 Mei 2026, dikatakan bahwa pertemuan berlangsung pada Jumat malam, 22 Mei 2026. 


Dalam pertemuan itu, Seskab Teddy mendengarkan sejumlah masukan dari CEO GoTo terkait perkembangan ekosistem transportasi digital nasional. 

Hans Patuwo memaparkan bahwa saat ini Gojek memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Sejak pertama kalinya beroperasi, jumlah pengemudi yang bergabung, telah mencapai 3 juta orang baik masih aktif, paruh waktu dan sudah tidak aktif mengemudi,” tulis Seskab Teddy.

Selain membahas kondisi ekosistem transportasi daring, pertemuan tersebut juga menyoroti komitmen GoTo dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pendapatan pengemudi online. 

Pemerintah berharap keberadaan platform digital dapat semakin memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para mitra pengemudi.

“Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80 persen menjadi 92 persen dari setiap transaksi,” lanjutnya.

Menurut Teddy, pemerintah bersama pelaku usaha terus menjalin koordinasi intensif guna merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlangsungan bisnis perusahaan aplikator. 

Presiden Prabowo, kata dia, memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi daring sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital.

“Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan, di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya